Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC dalam Bayang-Bayang Start Buruk di Liga 1 Indonesia

Yudistira Satya Wira Wicaksana • Rabu, 28 Juni 2023 | 23:00 WIB

 

Teguh Amiruddin dalam latihannya di Stadion Gajayana Kota Malang.
Teguh Amiruddin dalam latihannya di Stadion Gajayana Kota Malang.

MALANG KOTA - Tiga hari lagi, Arema FC akan memulai perjalanan di Liga 1 musim 2023/2024. Selama beberapa tahun terakhir, tepatnya sejak era Liga 1 2017, Singo Edan lebih sering mengalami start buruk. Di enam edisi sebelumnya, mereka menelan dua kekalahan dan tiga hasil imbang.

Satu-satunya kemenangan dipetik Jhon Alfarizi dkk pada Liga 1 2020. Saat itu mereka menang 2-0 atas Persikabo 1973. Di musim 2023/2024, lima pertandingan awal Singo Edan juga tidak akan berlangsung mudah. Ada dua tim unggulan yang langsung menghadang anak asuh I Putu Gede. Yakni Persib Bandung dan Bali United.

Sebagai laga pembuka, Arema FC akan melakoni partai tandang melawan Dewa United. Tantangan kedua akan diberikan oleh Persib Bandung. Di laga itu, Dendi Santoso dkk bakal menjalani laga dengan rasa away. Sebab, berdasar jadwal dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), disebutkan bila pertandingan itu akan tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.

Menanggapi tentang jalan terjal di awal kompetisi, Pelatih Arema FC Joko Susilo mengaku siap menerima tantangan. Misi mencuri poin di setiap laga sudah diusung. Untuk memperlancar upaya itu, mereka bakal mengoptimalkan slot enam pemain asing. ”Yang pasti kami tidak boleh tampil normal (standar, red),” kata mantan pelatih Persik Kediri itu.

Menurut dia, semua aspek harus berada pada level tertinggi. Contohnya terkait motivasi. Semangat setiap pemain harus berlipat ganda. Itu bisa menjadi salah satu penawar situasi yang belum normal, karena mereka bakal menjalani laga home, namun terasa away.

Berikutnya, kemampuan pemainnya untuk mengimbangi level pemain Liga 1 lainnya juga dibutuhkan. Karena itu lah Singo Edan menggelar laga uji coba dengan tim yang selevel. Tercatat, mereka sudah tiga kali melangsungkan agenda itu.

Meski dihadapkan dengan track record buruk saat memulai Liga 1, Gethuk-sapaan akrab Joko Susilo tetap optimistis. Baginya, sepak bola bukan sebuah hitungan matematika. ”Saya pastikan kalau tim ini akan berusaha melakukan yang terbaik dan maksimal di setiap pertandingan,” tegasnya.

Saat ini, di sisa masa persiapan, dia menyebut bila motivasi pemain lah yang perlu mendapat perhatian. ”Kami perlu mempunyai mental yang kuat. Karena laga away nanti tidak hanya menguras fisik saja,” terang pria asal Cepu, Jawa Tengah itu.

Berdasar pengalamannya saat membawa Singo Edan juara Galatama musim 1992/1993, salah satu kunci kesuksesan saat itu adalah kebersamaan yang kuat dari seluruh elemen tim. Saat itu, dia bercerita bila kondisi tim juga kurang ideal. Tidak ada satu pihak pun yang memprediksi bila Singo Edan akan menjadi juara.

Di tempat terpisah, Pelatih Fisik Arema FC Gaselly Jun Panam memastikan bila Dendi Santoso dkk sudah mempunyai modal untuk tancap gas di awal kompetisi. ”Insya Allah pada saat Liga 1 nanti, kondisi fisik semua pemain yang ada di tim sudah siap,” kata dia.

Saat ini, pemain yang baru bergabung atau kembali dari cedera juga sudah mendapatkan tambahan menu latihan di gym. Tujuannya agar pada saat kompetisi bergulir, mereka benar-benar berada dalam kondisi siap. Selain itu, pemusatan latihan di Jogjakarta, beberapa waktu lalu juga mampu meningkatkan level fitness para pemain.

Sementara itu, Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas yakin bila para pemainnya bisa mengatasi tantangan yang ada. Salah satu yang membuat dia optimistis yakni tim pelatih dan pemain sudah melakukan persiapan dengan baik. ”Semua berusaha maksimal dan termotivasi untuk membawa tim ini lebih baik dari musim lalu,” kata dia.

Contoh semangat dari pemain dan pelatih itu terlihat dalam sesi pemusatan latihan di Jogjakarta. Menurut dia, intensitas latihan tetap dimaksimalkan, meski dalam satu hari mereka harus berlatih dua kali. ”Saat melawan RANS Nusantara, dalam kondisi fisik yang terkuras akibat training center, mereka masih berusaha memberikan yang terbaik untuk tim,” kata dia.

Spirit itu menjadi modal yang penting. Sebab timnya masih akan bertanding dengan kondisi yang tidak normal. Selain itu juga harus menjalani semua laga yang terasa away. Kemungkinan, beberapa laga harus digelar tanpa penonton. ”Bagaimana kekuatan motivasi atau spirit bisa dilihat dari perjalanan PSM Makassar menjadi juara musim lalu,” terangnya

Sebagai informasi, musim lalu PSM Makassar juga mengawali kompetisi dengan sejumlah masalah. Seperti pemain yang sempat tersendat gajinya. Mereka juga harus mengungsi ke Parepare untuk menjalani laga home. Itu karena markas mereka sebelumnya, yakni Stadion Andimatalatta tengah diperbaiki.

Sementara itu, pemain asing Arema FC Ichaka Diarra mengaku siap untuk menyambut kompetisi. Dia yakin bila peluang timnya menembus tiga besar di akhir kompetisi tetap terbuka. ”Semua bisa terjadi di olahraga ini teman,” kata dia. Karena itu, dia berharap seluruh elemen tim saling percaya dan terus bekerja keras. (gp/by)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #liga 1 indonesia