JOGJAKARTA – WINdodo. Begitulah Widodo Cahyono Putro menamai misi penyelamatan Arema FC dari ancaman turun kasta.
Misi tersebut diperlukan karena dia menilai posisi Singo Edan semakin sulit jika tidak segera menambah poin.
Sebab, pertandingan BRI Liga 1 tinggal menyisakan 9 laga, sehingga harus dioptimalkan.
”Doakan saja siklus tim menjadi win, win, win (menang),” ucap mantan pelatih Deltras FC Sidoarjo itu.
Berangkat dari itu, WCP tidak mau menunda mendapatkan kemenangan perdana sebagai pelatih Singo Edan.
Dia membidik tiga poin saat melawan RANS Nusantara di stadion Sultan Agung Bantul nanti malam.
”Kalau tidak punya keyakinan dan semangat menang, mending mati saja,” kata pelatih berlisensi A AFC Pro tersebut.
Menurut dia, Arema FC wajib percaya diri di laga nanti malam.
Alasannya, tim yang identik kostum berwarna ungu itu tengah dalam kondisi kurang bagus.
Dalam lima laga kandang terakhir baru memetik satu kemenangan.
Sisa laganya berakhir sekali kalah dan tiga kali imbang.
Sedangkan di tujuh pertandingan terakhirnya, RANS Nusantara belum pernah menang.
Statistiknya adalah empat kali kalah dan sisanya berakhir imbang.
Hal itu membuat posisi RANS Nusantara melorot dari lima besar menjadi peringkat delapan.
Demi mendulang poin penuh, dia mengatakan, semua sudah dipersiapkan.
Mulai dari segi taktik, mentalitas, sampai fisik.
”Kami juga membangun chemistry memperkuat sikap respect di skuad Arema supaya permainan optimal,” katanya.
Menurutnya, rencana Arema FC akan sulit diwujudkan jika tim tidak bermain kompak.
Itu karena permainan tim yang dia kembangkan adalah lewat kebersamaan.
Baginya, memulai kebangkitan tidak cukup tim pelatih, manajemen, atau pemain saja.
Tapi semua elemen tim yang saling memberikan dorongan positif.
Sedangkan terkait taktikal, dia akan melakukan sejumlah perubahan dibandingkan laga terakhir melawan PSIS Semarang.
Salah satunya terkait sistem pertahanan yang tidak hanya mengandalkan satu opsi.
Seperti bermain menunggu dan rapat bagian di belakang.
Sementara terkait penyerangan, harapannya para pemain kreatif dan efektif memanfaatkan momentum.
Dia yakin bisa membongkar pertahanan RANS Nusantara yang terkenal solid.
Mulai melakukan tendangan jarak jauh, kombinasi play, sampai mengandalkan skill individu.
”Kami harus menggunakan semua cara untuk memecah kebuntuan,” katanya.
Persiapan itu yang membuatnya WCP tidak merasa keder dengan rekor bagus Eduardo Almeida saat melawan Arema FC.
Pelatih asal Portugal tercatat tidak pernah kalah dalam tiga pertemuan terakhir melawan Arema FC.
Pertama adalah menahan imbang 1-1 Arema FC di Stadion Kanjuruhan saat masih menakhodai Semen Padang di Liga 1 2019.
Lalu bersama RANS, Eduardo menang 1-0 di pertandingan putaran pertama BRI Liga 1.
Kemenangan Eduardo lainnya atas Arema FC terjadi di pertandingan uji coba pada 2023 lalu.
Bermain di lapangan UNY Jogjakarta, RANS Nusantara menang 2-1. Di tempat terpisah, Eduardo Almeida mengatakan, dia sangat mewaspadai motivasi para pemain Arema FC.
Dia memprediksi, kepercayaan diri Ginanjar Wahyu dan kawan-kawan meningkatkan setelah bergabungnya WCP.
”Karena umumnya para pemain ingin menunjukkan kepada pelatih barunya sesuatu yang bisa diberikan kepada tim,” katanya. (gp/dan)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana