RADAR MALANG - Dalam gemerlap stadion yang megah, di tengah sorakan riuh penonton, dan di bawah tekanan kompetisi yang membara, Euro 2024 menjadi panggung bagi beberapa momen paling legendaris dalam sejarah sepak bola.
Di balik kilauan kejayaan tersebut, terdapat fakta-fakta menarik yang membentuk narasi kaya dan berwarna dari turnamen bergengsi ini.
Sejarah Piala Euro
Gagasan untuk mengadakan turnamen sepak bola Eropa pertama kali diusulkan pada tahun 1927 oleh Henri Delaunay, Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Prancis saat itu.
Namun, ide tersebut sempat tertutupi oleh dominasi Piala Dunia yang pertama kali diadakan di Uruguay pada tahun 1930.
Meskipun begitu, ide untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa tidak sepenuhnya terkubur.
Gagasan ini dihidupkan kembali setelah Prancis, Italia, dan Belgia membentuk Asosiasi Sepak Bola Eropa, yang kini dikenal sebagai UEFA, dengan Delaunay diangkat sebagai sekretaris jenderal.
Sayangnya, Delaunay meninggal setahun setelah pengangkatannya.
Pada tahun 1957, UEFA memutuskan untuk menyelenggarakan turnamen sepak bola untuk negara-negara Eropa.
Turnamen tersebut diadakan sebagai penghormatan terhadap kontribusi Henri Delaunay dalam pembentukan UEFA dan gagasan turnamen tersebut.
Kompetisi pertama ini secara resmi disebut "Piala Nasional Eropa".
Baca Juga: Menyusul Acerbi, Scalvini Tidak Akan Bermain Bersama Tim Italia pada EURO 2024
Turnamen Perdana dengan 4 Tim
Pada edisi pertama Piala Eropa tahun 1960, hanya empat tim yang berpartisipasi.
Namun, babak kualifikasi diadakan dengan format knockout.
Jumlah peserta kualifikasi terus meningkat, dan akhirnya sistem grup diadopsi untuk kualifikasi Piala Champions Eropa dari tahun 1968 hingga 1976.
Dengan hanya empat tim yang tersisa, babak final pun digelar.
Sistem Menang Koin Tos
Salah satu peristiwa unik dalam sejarah Piala Eropa terjadi pada semifinal tahun 1968 antara Italia dan Uni Soviet.
Gli Azzurri menang melawan Uni Soviet melalui undian koin.
Dalam pertandingan yang dimainkan dalam cuaca buruk, kedua tim tidak mampu mencetak gol selama 120 menit.
Pada saat itu, belum ada aturan adu penalti, sehingga nasib kedua tim ditentukan melalui lempar koin.
Giacinto Facchetti, kapten Italia, memenangkan undian tersebut setelah memilih sisi gambar yang akhirnya muncul di tangan wasit.
Baca Juga: Pilih Jagoanmu, Berikut Tim Unggulan di Fase Grup Euro 2024
Kejutan-Kejutan dalam Sejarah Piala Eropa
Piala Eropa juga dikenal dengan kejutan-kejutannya yang tak terduga.
Salah satu yang paling terkenal adalah kemenangan Denmark pada tahun 1992.
Denmark sebenarnya tidak lolos ke turnamen, tetapi mereka dipanggil untuk menggantikan Yugoslavia yang didiskualifikasi karena konflik politik.
Tanpa persiapan yang matang, Denmark berhasil memenangkan turnamen, mengalahkan juara bertahan Belanda di semifinal dan Jerman di final.
Penyelenggaraan Piala Eropa di Era Modern
Seiring waktu, Piala Eropa terus berkembang dan menjadi salah satu turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Dengan penambahan jumlah tim peserta menjadi 24 tim pada tahun 2016, turnamen ini semakin meriah dan kompetitif.
Teknologi juga mulai diterapkan dalam penyelenggaraan turnamen, termasuk penggunaan VAR (Video Assistant Referee) untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan penting di lapangan.
Piala Eropa tidak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para pemain terbaik di Eropa, tetapi juga menjadi momen untuk merayakan persatuan dan semangat sportivitas di antara negara-negara Eropa.
Dengan sejarahnya yang kaya dan penuh warna, Piala Eropa terus menjadi sorotan utama dalam dunia sepak bola, menginspirasi generasi penggemar sepak bola di seluruh dunia. (Taqia Ilmi)
Editor : Aditya Novrian