Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Klub Sepak Bola Arema FC Raih Club Licensing, Apa Dampaknya Bagi Tim?

Galih R Prasetyo • Rabu, 3 Juli 2024 | 18:54 WIB
BEBAS DARI SANKSI: Pemain anyar Arema FC Salim Tuherea (kanan) berusaha lepas dari penjagaan Muhammad Anwar Rifai (kiri) dan Bayu Setiawan.
BEBAS DARI SANKSI: Pemain anyar Arema FC Salim Tuherea (kanan) berusaha lepas dari penjagaan Muhammad Anwar Rifai (kiri) dan Bayu Setiawan.

Klaim Sudah Lakukan Perbaikan

MALANG KOTA - Kewajiban menuntaskan persyaratan club licensing sebelum tampil di BRI Liga 1 musim 2024/2025 nanti tidak sulit diwujudkan Arema FC.

Manajemen Singo Edan mengklaim pekerjaan rumah itu sudah diperbaiki.

Sekarang, hanya tinggal menunggu pihak operator kompetisi untuk melakukan verifikasi.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menjelaskan, sejumlah persyaratan yang membuat klub tidak lolos club licensing sudah dipenuhi.

Menurutnya proses perbaikannya dilakukan sejak pekan lalu.

Mengandalkan kolaborasi antar elemen klub Singo Edan.

”Sejak club licensing diputuskan menjadi salah satu syarat klub tampil di Liga 1 nanti, kami langsung memenuhi poin-poin yang membuat klub tidak lolos, “ paparnya.

Menurutnya Singo Edan sangat mendukung aturan tersebut.

Itu karena, menjadi salah satu cara membuat kompetisi lebih profesional.

Berangkat dari itu, pria kerap disapa Inal itu menjelaskan jajaran manajemen Arema FC langsung melakukan evaluasi seusai dinyatakan tidak lolos beberapa bulan lalu.

Menurutnya jauh sebelum menjadi syarat tampil di Liga 1, Singo Edan selalu berusaha tertib administrasi terkait club licensing.

Dalam perjalanannya Arema FC tercatat sudah enam kali lolos club licensing.

Mulai musim 2017, 2018, 2019, 2020, dan 2021.

Mereka dinyatakan tidak lolos dalam dua tahun terakhir.

Pada kompetisi tahun 2022 dan 2023.

Inal menjelaskan dalam usaha melakukan remedial club licensing tidak menemukan kendala yang berarti.

Itu karena, tidak banyak poin yang harus dipenuhi manajemen Singo Edan.

Berdasar hitungnya Arema FC hanya perlu memenuhi tiga poin persyaratan.

Di antaranya terkait financial, sporting, sampai infrastruktur.

”Sebetulnya yang membuat kami tidak lolos bukan karena sedang krisis.

Tapi, belum memenuhi poin di tiga aspek itu,” paparnya.

Menurutnya sempat telat dalam hal memasukan data saja.

Dia mencontohkan terkait infrastruktur.

Karena Arema FC menjadi tim musafir dalam dua musim terakhir, karenanya poin itu belum dilengkapi.

Infografik poin-poin menjadi syarat club licensing
Infografik poin-poin menjadi syarat club licensing

Sebagai informasi poin infrastruktur mencakup banyak aspek.

Salah satunya fasilitas Pelatihan untuk pengembangan pemain.

Lebih lanjut Inal menjelaskan, penting untuk memenuhi club licensing.

Itu karena, ada sanksi tegas saat klub mengabaikannya.

Salah satunya mendapatkan pengurangan poin pada kompetisi selanjutnya.

”Tapi, jika tim tertib memenuhi persyaratan club licensing akan mendapat reward dari operator kompetisi,” katanya.

Seperti mendapat pemasukan tambahan berupa dana operasional untuk mengarungi kompetisi.

Di tempat terpisah, Manajer Arema FC Wiebie Dwi Andriyas mengatakan kondisi itu menjadi hal yang positif.

Itu karena, tim bisa fokus menjalani pertandingan di BRI Liga 1.

”Semisal mendapat sanksi berupa pengurungan poin menjadi hal yang tidak bagus,” ungkapnya. (gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #club licensing #Tuntaskan #liga 1