Status sebagai tuan rumah Porprov Jawa Timur 2025 membuat cabor Sepak Takraw Kota Malang mematok target yang tinggi.
Mereka membidik dua medali emas, satu perak, dan satu perunggu di ajang tersebut.
Pada Porprov Jatim tahun lalu cabor itu hanya berhasil membawa pulang tiga perunggu.
Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kota Malang Abdul Rahman mengatakan, untuk mewujudkan target itu melakukan persiapan lebih awal.
Sejak bulan Juli lalu para atlet sudah rutin latihan empat kali dalam sepekan.
Mereka menempa diri di GOR Ken Arok yang nanti diproyeksikan sebagai venue Porprov Jatim 2025 nanti.
”Jadi anak-anak bisa lebih familiar, percaya diri, dan punya adaptasi bagus dengan berlatih di sana,” jelasnya.
Total sampai saat ini PSTI Kota Malang sudah memiliki 18 atlet.
Mereka terdiri dari sembilan putra dan sembilan putri.
Nanti mereka akan turun di semua nomor.
Tujuannya untuk membuat peluang raihan medali lebih besar.
Abdul melihat kualitas atlet saat ini lebih bagus dari tahun lalu.
Selain latihan rutin, para atlet sepak takraw Kota Malang juga terjun ke berbagai kompetisi untuk mengasah mental dan skill.
Contohnya di Kejurnas Sepak Takraw di Kota Parepare pada 1-4 Agustus ini.
Lima atlet Kota Malang mewakili Jawa Timur dalam turnamen itu.
Tidak hanya pemain, kualitas para pelatih juga mereka perhatikan.
Abdul mengklaim kualitas pelatih pada tahun ini lebih tinggi.
Kesejahteraan para pelatih akan mereka jamin.
”Soalnya sudah kalau pemainnya bagus malah diarahkan sama pelatih yang kurang berkualitas,” jelasnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana