BLITAR - Keluhan terkait kualitas lapangan dan rumput Stadion Soepriadi pada laga Senin lalu (12/8) langsung direspons dengan cepat manajemen Arema FC.
Mulai kemarin, Panpel pertandingan Arema FC bersama dengan Askot PSSI Blitar melakukan perbaikan di sektor itu.
Targetnya, ada peningkatan kualitas sebelum laga melawan Borneo FC Sabtu nanti (17/8).
Manajer Operasional Arema FC Sudarmaji menjelaskan, seusai mendengar keluhan lapangan dari kedua tim, klub langsung berkoordinasi dengan PSSI Askot Blitar sebagai pengelola Stadion.
Mereka sepakat untuk segera melakukan evaluasi terhadap kondisi lapangan.
”Malam seusai laga, kami langsung menyusun rencana perbaikan. Hari ini (kemarin,red) mulai dikerjakan,” katanya kepada wartawan koran ini kemarin.
Gerak cepat dilakukan dengan tujuan memberi kenyamanan untuk elemen tim di laga selanjutnya.
Arema FC sadar lapangan yang baik akan membantu pemain mengeluarkan performa terbaik.
Menurutnya, sebelum laga Arema FC melawan Dewa United, sejatinya lapangan sudah dipersiapkan.
Dalam upaya perbaikan, Panpel pertandingan Arema FC bersama PSSI Askot Blitar melakukan pengukuran kepadatan tanah terlebih dahulu.
Lalu, melakukan pengukuran untuk membuat kepadatan tanah bisa merata.
Dan, mengetahui apakah tanah di lapangan dalam kondisi yang terlalu keras atau terlalu gembur.
Mereka juga melakukan pengecekan kondisi rumput.
Itu karena kondisi rumput begitu berpengaruh terhadap pergerakan bola dan juga pemain.
Namun, Manajemen Arema FC hanya akan melakukan pembenahan saja.
Mereka tidak mempunyai rencana untuk melakukan pergantian rumput.
Alasannya jeda laga selanjutnya tidak panjang.
”Kami fokus untuk pemadatan tanah saja,” papar pria asal Banyuwangi itu.
Terkait rumput, markas PSBK Blitar itu menggunakan jenis yang sesuai standar untuk event sepak bola level nasional.
Karena itu akan dilakukan pemeliharaan.
Di tempat terpisah, pelatih Arema FC Joel Cornelli berharap ada perbaikan kualitas lapangan di Stadion Soepriadi sebelum lawan Borneo FC.
Alasannya pada laga lalu, para pemain Singo Edan sering mengalami hambatan dalam bergerak.
Penyebabnya kondisi lapangan yang tidak rata dan stabil.
Selain itu, situasi itu menyebabkan pergerakan bola juga menjadi tidak lancar.
Khususnya saat melakukan umpan-umpan bawah.
Akibat itu, saat lawan Dewa United lalu beberapa kali serangan yang dilakukan Wiliam Marcilio dkk tidak berjalan dengan baik.
“Beda saat kami bermain di Piala Presiden, kondisi lapangan selalu bagus,” jelas pelatih asal Brasil itu.
Menurutnya, kondisi lapangan yang bagus saat itu membuat permainan timnya berjalan maksimal.
Para pemain Arema FC juga maksimal mengeluarkan kemampuan terbaiknya.
Pemain Dewa United Alexis Messidoro mengatakan penyelenggara Liga 1 perlu belajar dari masalah itu.
Menurutnya, setiap venue pertandingan seharusnya diperiksa kualitas lapangannya.
”Pesan ini tidak hanya untuk Arema FC, tapi semua klub. Karena lapangan baik akan membantu tim dan pemain di pertandingan,” paparnya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana