RADAR MALANG - Kualitas lapangan Stadion Gelora Soepriadi Blitar yang menjadi kandang Arema FC untuk sementara kembali mendapat kritik.
Kali ini sorotan terkait fasilitas itu datang dari pemain Borneo FC.
Sebelumnya, Pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink merasa pemainnya sulit memaksimalkan performa saat tampil di markas PSBK Blitar itu.
Pemain full back kanan Borneo FC Fajar Fathurrahman menjelaskan, lapangan Stadion Gelora Soepriadi kurang bagus.
Kondisi itu membuat sejumlah skema permainan timnya tidak berjalan dengan lancar.
Dia merasa arah gerak bola susah dikontrol karena lapangan kurang merata.
Baca Juga: Kualitas Rumput Lapangan Stadion Soepriadi Dikeluhkan, Begini Respons Arema FC
”Lapangan (Stadion Gelora Soepriadi, red) butuh mendapat polesan untuk membuat tim yang bermain di sana maksimal.” ucapnya.
Menurutnya, situasi seperti tidak hanya perlu dihadirkan di kandang Arema FC. Tapi, semua stadion yang kualitas lapangannya belum bagus.
Tapi, pemain berusia 22 tahun itu tidak mau banyak beralasan dengan kondisi itu.
Itu karena kedua tim mengalami kendala yang sama.
”Siapa yang bermain lebih bagus, dia pasti yang akan menang di pertandingan,” jelas pemain Timnas U-23 itu.
Menurutnya, Borneo FC menang karena mampu tampil lebih percaya diri dan menunjukkan permainan yang lebih baik dibandingkan Arema FC.
Ke depan hasil pertandingan itu akan menjadi modal yang bagus bagi timnya.
Baca Juga: Jika Var Liga 1 di Stadion Soepriadi Rusak, maka Denda Capai Rp 250 Juta
Meski mendapat banyak kritik, namun pihak Arema FC tidak berhenti untuk berbenah.
Selain meratakan lapangan Stadion Soepriadi.
Mereka pada laga lalu melakukan treatment dengan menyiram lapangan saat jeda babak pertama. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana