CABOR panahan Kota Malang melangsungkan kegiatan PraPuslatkot kurang maksimal.
Itu karena, mereka masih terkendala pemenuhan alat untuk menjalani persiapan Porprov Jawa Timur 2025 itu.
Akibat kondisi tersebut, mereka belum berani memasang target prestasi di Porprov Jatim nanti.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Malang, Guruh Ade Prana Sapoetra mengatakan, untuk persiapan Porprov Jawa Timur tahun ini mereka masih menggunakan alat dari tahun lalu.
Seperti busur dan anak panah.
Menurutnya, alat-alat itu sudah melewati masa layak pakai.
”Harusnya itu hanya bisa digunakan empat kali saja. Selanjutnya mata panahnya mulai tidak tajam,” kata Ade.
Pihaknya juga masih kekurangan dana untuk membeli anak panah yang baru.
Alasannya harga perlengkapan untuk latihan panahan sangat mahal.
Satu lusin anak panah bisa seharga Rp 8 juta.
Sementara mereka memerlukan 27 lusin anak panah untuk semua atlet di Perpani Kota Malang.
Selain anak panah, bantalan target juga mereka masih kekurangan.
Dari 12 unit yang dibutuhkan, sampai saat ini baru terpenuhi delapan.
Harga satu alat itu juga tidak murah.
Yakni satu Rp 12 juta untuk satu unit.
Bantalan target hanya bisa dipakai sebulan.
Setelah itu sudah koyak dan tidak layak lagi.
Kondisi itu, membuat Perpani Kota Malang tidak mewajibkan 27 atletnya untuk mengikuti latihan setiap hari.
Itu karena jumlah alat yang tidak cukup.
Jika dipaksakan membuat program latihan tidak berjalan.
”fasilitas yang terbatas, membuat kami pesimis bisa meraih prestasi maksimal pada Porprov Jatim tahu depan,” katanya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana