Atlet Paralayang Kota Batu tidak pernah absen menyumbang medali untuk Jawa Timur di ajang PON.
Pada tahun ini, tujuh atlet Kota Batu berhasil membawa pulang empat medali.
Perinciannya satu emas, satu perak, dan dua perunggu.
Meski begitu, Pelatih Paralayang Jawa Timur Yustra Ramadhani melihat atletnya belum menunjukkan performa terbaik.
Faktor cuaca di venue pertandingan yang tidak bersahabat menjadi penyebabnya.
”Cuaca di sini sangat tidak menentu, bisa mendung dan sangat panas,” jelas dia.
Selain itu, angin di venue juga berembus sangat kencang menyulitkan untuk adaptasi.
Menurutnya Paralayang Jatim pada PON tahun ini juga kehilangan sejumlah atlet andalan yang sebelumnya meraih medali di PON Papua 2021.
Seperti Ayu Wulandari dan Gigih Iman Nusdiansyah.
”Persaingan juga semakin ketat karena kualitas di daerah-daerah lain semakin merata,” ujar Yustra.
Tapi, dia tetap bangga dengan perjuangan tim paralayang Jawa Timur.
Itu karena, masih bisa mempertahankan medali emas di nomor cross country (XC) beregu putri atas nama Rika Wijayanti,
Susana Dwi Cahyati, dan Syahdana Revi.
Lalu medali perak di nomor XC beregu putra atas nama Jhoni Effendi, Jafro Megawanto, dan Roni Pratama dan Ardyansah Megaputra.
Sementara medali perunggu nomor XC perorangan atas nama Putri, Rika Wijayanti.
Lalu di nomor ketepatan mendarat beregu yang memperoleh perunggu atas nama Jhoni Effendi, Jafro Megawanto, Roni Pratama dan Ardyansah Megaputra. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana