Proses pra pusat pelatihan kota (Puslatkot) cabor gulat Kota Malang untuk Porprov Jawa Timur 2025 tidak berjalan dengan ideal.
Itu karena keterbatasan fasilitas dan atlet. Akibatnya, mereka tidak membidik target yang tinggi di Porprov IX mendatang.
Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Malang Wahyudi menjelaskan, sampai saat ini mereka hanya bisa menampung 11 atlet.
Padahal, idealnya perlu 22 atlet untuk memenuhi semua kelas yang dipertandingkan dalam ajang Porprov Jatim tahun depan.
Jumlah itu masih kemungkinan terjadi pengurangan atlet sebelum memasuki Puslatkot 2025.
”Itu karena kami masih menerapkan seleksi promosidegradasi,” jelas pria 50 tahun itu.
Menurutnya, kekurangan atlet tidak disebabkan minimnya minat terhadap olahraga gulat. Tetapi keterbatasan fasilitas yang mereka miliki.
Gedung latihan PGSI Kota Malang yang digunakan menempa diri hanya mampu menampung delapan atlet saja.
Ukuran matras yang digunakan hanya sekitar 8x7 meter persegi saja. Idealnya, berukuran 12x12 meter persegi.
Akhirnya, dalam sekali latihan hanya bisa dua pasang atlet. (Galih R Prasetyo)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana