Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menit Bermain Pemain Senior Arema FC tereduksi

Galih R Prasetyo • Rabu, 9 Oktober 2024 | 02:00 WIB
PERSAINGAN KETAT: Dedik Setiawan (kanan) berusaha melepaskan tendangan dalam sesi latihan arema FC di ARG Soccer Field, Lawang, Sabtu lalu (8/10).
PERSAINGAN KETAT: Dedik Setiawan (kanan) berusaha melepaskan tendangan dalam sesi latihan arema FC di ARG Soccer Field, Lawang, Sabtu lalu (8/10).

KABUPATEN - Regulasi delapan pemain asing dan kewajiban memainkan pemain U-22 membuat persaingan penggawa lokal menembus starting eleven Arema FC semakin ketat.

Hanya tiga pemain lokal Singo Edan yang selalu bermain sejak menit awal dalam tujuh laga awal Liga 1.

Mereka adalah Achmad Maulana Syarif, Jhon Alfarizi, dan Arkhan Fikri.

 

Situasi itu membuat pemain-pemain lokal yang mempunyai banyak menit bermain pada kompetisi musim lalu jarang tampil sekarang.

Dendi Santoso misalnya, dia baru bermain pada pekan ke-7 kompetisi.

Sedangkan, Dedik Setiawan lebih banyak masuk sebagai pemain pengganti musim ini.

Tim pelatih Arema FC memercayakan lini depan diisi dengan Charles Lokolingoy, Dalberto Luan, dan Wiliam Marcilio (selengkap­nya baca grafis).

Photo
Photo

Pelatih Arema FC Joel Cornelli menjelaskan, tidak semua pemain mempunyai menit bermain yang sama.

Itu karena, tim pelatih mempunyai banyak pertimbangan dalam memilih pemain sebelum masuk starting eleven tim.

Satu yang menjadi bahan pertimbangannya adalah kondisi fisik pemain.

Menurutnya, penggawa tim yang tidak dalam kondisi 100 persen akan dicadangkan dulu.

Itu karena, ada risiko cedera saat dipaksa bermain.

”Kalau fisiknya belum mam- pu, tidak mudah untuk mem- berikan kontribusi maksimal untuk tim,” jelas pelatih berusia 57 tahun itu.

Dia mencontohkan Dendi Santoso.

Pemain berusia 33 tahun itu baru bergabung dengan tim pada persiapan tim pekan ke-3.

Itu karena, dia menjalani ibadah umroh sebelumnya.

Sehingga kondisi fisiknya perlu ditingkatkan.

Supaya bisa menunjukkan performa bagus di lapangan dan terhindar risiko cedera.

Alhasil, Joel baru memainkannya pada laga
pekan ke-7.

Selain itu, Joel akan menilai kesesuaian karakter dan kemampuan pemain dengan taktik yang diterapkan.

”Pemain yang diturunkan harus mampu bisa berkontribusi baik bagi tim,” jelas dia.

Saat membutuhkan penambahan daya gedor, dirinya akan menurunkan Dedik Setiawan.

Karena itu, dia menegaskan tidak memandang status pemain lama atau pemain baru untuk memilih siapa yang bermain.

Keputusannya selalu didasari kepentingan tim. Di mana Singo Edan berusaha untuk bisa mendapat hasil maksimal setiap laga.

”Saya pastikan tidak pernah mengistimewakan pemain asing,” ungkapnya.

Dedik Setiawan mengatakan, jatah bermain yang lebih sedikit tidak membuatnya patah semangat.

Namun menjadi tambahan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas permainannya.

”Sebagai pemain lokal, saya selalu berusaha untuk bisa bersaing dengan pemain lainnya,” tutur dia.

Menurutnya, sebagai pemain dia harus fokus untuk menjalani sesi latihan maupun saat pertandingan.

”Persoalan diturunkan atau tidak di pertandingan selanjutnya, itu merupakan keputusan penuh pelatih,” katanya. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #menit #bermain #Pemain #senior