RADAR MALANG - Setelah menjalani laga kontroversial lawan Bahrain, Timnas Indonesia yang seharusnya meraih kemenangan dan membawa 3 poin, justru harus puas dengan hasil imbang 2-2 melawan Bahrain.
Keputusan wasit yang kontroversial menjadi sorotan, terutama ketika waktu tambahan yang semula diberikan 6 menit menjadi 9 menit.
Melewati batas waktu tambahan, wasit belum juga meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan.
Setelah Bahrain berhasil menyamakan kedudukan, barulah wasit Ahmed Al Kaf asal Oman menyelesaikan laga.
Dengan hasil imbang tersebut, Timnas Indonesia memperoleh tambahan 1 poin.
Pada fase Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Indonesia berada di posisi kelima dalam klasemen grup sementara.
Tertinggal masing-masing satu poin dari Arab Saudi, Australia, dan Bahrain.
Tidak berlarut dalam kekecewaan, Timnas Indonesia langsung bangkit dan bertolak ke China usai laga melawan Bahrain.
Pada laga keempat nanti, Indonesia akan menghadapi China di Qingdao Youth Football Stadium, Qingdao, yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Oktober 2024.
"Jadi, dari Bahrain, Timnas Indonesia akan berangkat ke Tiongkok menuju Qingdao pada pukul 01.00 pagi waktu setempat," jelas Manajer Timnas Indonesia, Sumardji.
Saat keberangkatan ke Qingdao, para pemain Timnas Indonesia tampak tegar dan sudah kembali tersenyum. Pada kesempatan tersebut, Marselino Ferdinan menyatakan tekad timnas untuk meraih 3 poin dari China.
“Kami akan membawa pulang 3 poin dari China,” tegas Marselino dalam unggahan Instagram Story Timnas Indonesia.
Selain itu, pencetak gol pada laga semalam, Rafael Struick dan Ragnar Oratmangoen, mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan suporter Indonesia di Bahrain National Stadium.
Mereka juga berpesan agar masyarakat Indonesia tetap mendukung Timnas Indonesia menjelang laga melawan China, disampaikan dalam unggahan Reels Instagram Timnas Indonesia.
Keberangkatan Timnas Indonesia menuju China menggunakan pesawat sewaan dari PSSI untuk mempersingkat waktu perjalanan, sehingga mereka bisa tiba lebih awal di China dan dapat recovery lebih awal.
Sementara itu, Timnas China yang bertandang ke Australia harus sedikit terlambat karena menggunakan pesawat komersial kembali ke China.
(Septi Alina)
Editor : Aditya Novrian