MALANG KOTA - Dalberto Luan Belo dkk harus memaksimalkan laga melawan Barito Putera untuk mendapatkan poin penuh, Jumat nanti (1/11).
Itu karena, dalam laga tersebut peluang mereka menang cukup besar.
Klub berjuluk Laskar Antasari itu sedang berada dalam tren negatif saat ini.
Baca Juga: Arema FC Lawan Barito Putera di Tempat Netral
Barito Putera tercatat dalam empat laga terakhir tidak pernah mendapatkan kemenangan.
Mereka mengalami tiga kali kekalahan dan satu kali seri.
Salah satunya, saat melawan PSS Sleman di Stadion Sultan Agung, Bantul, 20 Oktober lalu.
Tidak hanya itu, sektor pertahanan klub asal Kalimantan Selatan itu juga tengah rapuh.
Anak asuh Rahmad Darmawan sudah kebobolan 15 gol dalam sembilan laga BRI Liga 1.
Akibat itu, mereka menjadi kontestan Liga 1 2024/2025 dengan jumlah kebobolan terbanyak nomor tiga.
Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli tidak memungkiri performa negatif lawan memberi keuntungan untuk timnya.
Karena itu, dia mewajibkan Julian Guevara dkk untuk memaksimalkan situasi itu dengan meraih poin penuh.
”Ini kesempatan kami untuk mendapatkan kemenangan kembali,” jelas pelatih berusia 57 tahun itu.
Menurutnya, demi menunjang misi menang, tim pelatih Arema FC sudah menganalisis kelemahan dari Barito Putera.
Termasuk, lini pertahanan Laskar Antasari yang memiliki catatan kebobolan yang cukup banyak.
Dia ingin para pemain Singo Edan bermain lebih menekan besok.
Supaya bisa mencetak banyak gol. Kepercayaan diri Joel bertambah, karena lini depan timnya yang sedang bertaji.
Itu menyusul Dalberto Luan Belo on fire.
Dalam tiga pertandingan terakhir, dia sudah mencetak empat gol.
Wiliam Marcilio juga sudah pecah telur dengan mencetak brace saat melawan Malut United.
”Tidak hanya Dalberto dan Wiliam saja, saya harap pemain yang lain bisa mencetak gol,” tutur pelatih asal Brasil itu.
Dia mengatakan, semakin banyak pemain yang bisa membobol gawang lawan akan mempunyai efek positif untuk tim.
Karena membuat sumber gol Arema FC bertambah Meski begitu, Joel tidak ingin hanya melihat kekurangan lawan.
Baginya, penggawa Singo Edan masih punya sejumlah pekerjaan rumah.
Khususnya, dalam konsentrasi akhir babak pertama dan saat dihadapkan situasi tertinggal.
Dalam laga melawan Persija, dirinya tidak menampik pemainnya under pressure saat kemasukan gol kedua.
Akibatnya, secara permainan sulit maksimal karena bermain tergesa-gesa.
Di tempat terpisah, Pemain Arema FC Wiliam Marcilio mengatakan, sangat siap untuk menghadapi laga selanjutnya.
”Persiapan kami sudah cukup baik,” jelas dia. Menurutnya, selama tiga hari elemen tim menempa diri di Malang dengan maksimal.
Pemain berusia 28 tahun itu mengatakan, kekalahan pada pekan lalu tidak membuat timnya hilang kepercayaan diri. ”Kami tidak ingin mengecewakan para suporter lagi,” jelas dia. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana