KABUPATEN - Penggawa Arema FC berpotensi kehilangan ritme permainan yang sudah bagus di laga melawan Barito Putera, kemarin.
Performa positif Wiliam Marcilio dan Arema FC berpeluang sulit dipertahankan akibat kompetisi jeda panjang seusai laga pekan ke-10.
Ke depan, Arema FC dan BRI Liga 1 akan off selama 20 hari.
TERBARU! Baca Juga: Kevin Diks Resmi Naturalisasi Timnas Indonesia, Menpora Sebut Bukan Naturalisasi Terakhir, Denny Cagur : Insyaallah Mimpi Piala Dunia Jadi Nyata
Sebagai informasi, BRI Liga 1 jeda panjang akibat menyesuaikan dengan jadwal Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Anak asuh Shin Tae-yong akan menghadapi Jepang dan Arab Saudi nanti.
Arema FC dijadwalkan kembali bertanding pada 21 November nanti.
Singo Edan akan menghadapi Madura United.
Dalam perjalanan tim di kompetisi, Julian Guevara dkk kerap mendapat hasil negatif seusai jeda panjang.
Salah satu contohnya, jeda kompetisi bulan Agustus lalu.
Pada waktu itu, Singo Edan memulai kompetisi dengan bermain 0-0 melawan Bali United seusai jeda 15 hari.
Pelatih Arema FC Joel Cornelli mengatakan, jeda panjang kompetisi bukanlah sebuah kendala berarti bagi timnya.
Dia sudah terbiasa dengan regulasi tersebut di Brazil.
”Saya kira banyak negara yang melakukan hal yang sama,” jelas dia.
Menurutnya, kebijakan untuk melakukan jeda kompetisi saat ada agenda Timnas sangat baik untuk para pemain skuad Garuda.
Itu karena, mereka bisa fokus memberi performa terbaik.
Sedangkan, klub bisa memberi dukungan.
Meski begitu, aturan jeda panjang kompetisi tetap memberi tantangan tersendiri bagi tim pelatih.
Itu karena, mereka harus menjaga motivasi para pemain untuk menunjukkan performa terbaik.
”Karena kalau sampai kehilangan motivasi, pemain susah untuk konsentrasi saat latihan atau pertandingan,” jelas mantan arsitek tim AlRiyadh itu.
Karena itu, Arema FC sudah menyusun serangkaian rencana untuk mengisi jeda kompetisi saat ini.
Joel menjabarkan, seusai laga di Jogjakarta, semua elemen tim kemungkinan langsung berpisah.
Itu menyusul, mereka sudah menjadwalkan libur selama empat sampai lima hari.
Menurutnya, hal itu dapat membantu para pemain menjadi lebih fresh.
Seusai libur, para pemain langsung menjalani rutinitas latihan.
Di mulai dengan melakukan recovery fisik.
Lalu, menjalani latihan dengan intensitas yang rendah.
Sembari tim pelatih menyusun program uji coba.
Di tempat terpisah, Manajer Tim Arema FC Wiebie Dwi Andriyas menjelaskan, menjalani jeda panjang kompetisi bukan sebuah kendala bagi timnya.
”Karena kami di bawah PSSI, jadi kami ikut mendukung agenda Timnas,” ucapnya.
Dia berharap ada pemain Arema FC yang dipanggil membela skuad Garuda nanti.
”Saya merasa jeda panjang kompetisi lebih banyak manfaatnya,” jelas Owner NZR Grup itu.
Dia optimistis, tim pelatih sudah mempunyai rencana. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana