Joel Enggan Program Tim Terganggu Cuaca
KABUPATEN – Kondisi iklim di Malang Raya yang mulai memasuki musim hujan berdampak terhadap program latihan Arema FC.
Arema FC berencana mengubah jadwal latihan mereka.
Dari awalnya sore hari menjadi pagi, atau mempersiapkan latihan Arema FC di tempat gym.
Berdasar pantauan wartawan koran ini, perubahan jadwal latihan Arema FC sejatinya sudah pernah dilakukan sebelum lawan Madura United lalu.
Julian Guevara dkk menempa diri pagi selama tiga kali secara beruntun.
Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli mengatakan, keputusan menyiapkan latihan pagi sudah dipertimbangkan sejak lama.
Sebelum tim berlaga melawan Barito Putera.
Pada waktu itu, sesi latihan Singo Edan di ARG Soccer Field saat sore hari harus batal karena hujan lebat.
Bagi tim pelatih situasi itu sangat merugikan.
Karena membuat program tim tidak sesuai rencana.
”Jadi kami tidak mau kehilangan waktu berlatih lagi,” jelas juru taktik asal Brasil tersebut.
Itu karena, latihan menjadi salah satu kunci tim mendapat tiga poin di laga BRI Liga 1 musim ini.
Selain itu, latihan menjadi tempat elemen tim untuk memperbaiki dan meningkatkan performa.
Karena itu, absen latihan sehari sangat berpotensi menurunkan performa tim.
Menurut Joel, memaksa berlatih di bawah guyuran air hujan bisa berdampak negatif bagi kesehatan para pemain.
Berlatih dalam kondisi itu juga lebih berat.
Risiko cedera lebih tinggi dibandingkan saat latihan situasi normal.
”Tidak hanya itu, saat hujan kondisi lapangan tidak terlalu bagus. Akibat banyak genangan air dan berlumpur,” kata pelatih asal Brasil itu.
Menurutnya, hal tersebut akan menghambat pergerakan bola.
Akibatnya, materi latihan tidak bisa dijalankan dengan optimal.
Lantas, bagaimana dengan latihan pagi hari yang lebih panas?
Joel tidak mempermasalahkan hal tersebut.
Menurutnya, situasi itu malah bisa membantu meningkatkan endurance elemen tim.
Alasannya, pemain perlu mengeluarkan tenaga ekstra karena menempa diri di cuaca lebih panas.
Di tempat terpisah, Pelatih Fisik Arema FC Gustavo Correa menjelaskan, kondisi cuaca yang tidak bersahabat menjadi tantangan untuk menjaga fisik para pemain.
Karena itu, dia akan menyisipkan waktu untuk menempa fisik pemain saat program latihan tactical.
”Kami akan beberapa kali berlatih di gym,” jelas dia.
Tujuannya, supaya level fitness para pemain tetap terjaga.
Dia yakin cari itu bisa membuat imun pemain tidak mudah turun saat cuaca sering berubah-ubah.
”Kalau kebugaran pemain tidak dijaga, bisa sakit lalu tidak bisa ikut latihan dan pertandingan,” ungkap pelatih asal Brasil itu.
Dia yakin pemain asing tidak akan kesulitan untuk adaptasi.
Itu karena, cuaca panas di Brasil tidak berbeda jauh dengan di Malang.
Nanti, kebutuhan cairan para pemain akan sangat diperhatikan. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana