RADAR MALANG - Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan memulai langkahnya di ASEAN Cup atau Piala AFF 2024 hari ini (9/12).
Timnas Indonesia berhadapan dengan Myanmar di Thuwunna Stadium, Yangon, untuk laga perdana mereka di ajang ini.
Pertandingan ini pun berpengaruh terhadap ranking atau peringkat FIFA Timnas Indonesia.
Piala AFF 2024 memang tidak masuk ke dalam FIFA Matchday.
Namun, ajang ini tetap masuk dalam perhitungan ranking karena FIFA memberi status A Match.
Saat ini, Indonesia menduduki peringkat 125 dengan 1135,11 poin.
Jika skuad Garuda memenangi laga perdana Piala AFF 2024 ini, maka mereka akan mendapatkan tambahan 1,8 poin.
Jumlah poin yang berpotensi didapatkan memang terbilang sedikit mengingat ajang ini diselenggarakan di luar FIFA.
Namun, jika Timnas Indonesia menelan kekalahan, hal tersebut sangat memengaruhi posisi mereka dalam peringkat FIFA.
Indonesia akan mendapatkan pengurangan 3,2 poin jika Myanmar meraih kemenangan atas mereka hari ini.
Dengan pengurangan poin tersebut, Indonesia memiliki kemungkinan untuk turun empat peringkat.
Tepatnya di peringkat 129.
Jika berkurang 3,2 poin, maka Indonesia memiliki total 1131,91 poin.
Angka tersebut lebih sedikit dibanding Gambia (1139,69 poin), India (1133,62 poin), Kongo (1132,65 poin), dan Sierra Leone (1132,06 poin).
Kemudian, apabila pertandingan berakhir imbang, Indonesia akan mengalami penurunan 0,7 poin.
Jika ingin mempertahankan posisi mereka di peringkat 125, maka Indonesia harus keluar sebagai pemenang dalam laga perdana ini.
Mereka pun tetap tidak bisa menganggap remeh Myanmar.
Tak hanya bermain di kandang Myanmar, mereka juga banyak menggunakan pemain senior.
Dengan Timnas Indonesia yang mengutus lebih banyak pemain muda dalam ajang ini, hal tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri untuk memenangi pertandingan ini.
Meski begitu, talenta-talenta muda skuad Garuda tetap mempunyai kemungkinan yang berarti untuk tampil dengan produktivitas tinggi.
Itu juga dapat membantu mereka untuk mempersiapkan diri dan terus berkembang untuk laga-laga berikutnya. (CLEMENS KRISTO BUDIUTOMO)
Editor : Aditya Novrian