Laskar Sambernyawa Banyak Kebobolan
BLITAR - Wiliam Marcilio dkk beruntung melawan Persis Solo nanti sore (15.30 WIB).
Kesebelasan berjuluk Laskar Sambernyawa itu sedang tidak dalam performa terbaik saat ini.
Mereka belum pernah menang dalam lima laga sebelumnya.
Minggu lalu (8/12), Persis kalah saat berhadapan dengan Persita Tangerang.
Mereka tercatat untuk sementara berada peringkat 17 klasemen dengan mengoleksi delapan poin.
Kondisi tersebut membuat tim identik dengan kostum merah itu mempunyai banyak problem.
Salah satu masalah mereka, tidak punya pertahanan yang solid.
Persis tercatat menjadi kesebelasan BRI Liga 1 dengan jumlah kebobolan terbanyak nomor empat.
Dalam 13 pertandingan BRI Liga 1 sudah kemasukan 21 gol.
Kebobolan enam kali saat bermain kandang.
Lalu, kemasukan 15 kali saat menjalani away.
Selama lima laga terakhir, kemasukan 10 gol.
Tidak berhenti di situ, lini depan Persis juga tumpul.
Sejak 27 Oktober sampai jelang laga nanti sore, belum pernah mencetak gol.
Pemain belakang Persis Eduardo Kunde tidak menampik kondisi timnya sedang dalam periode negatif.
”Saat ini kondisi tim memang tidak baik baik saja,” ujar dia dalam konferensi pers kemarin.
Karena itu, dia dan tim bertekad bangkit dalam laga nanti sore.
Salah satu upayanya dan tim mengakhiri tren negatif adalah dengan mengerahkan kemampuan terbaik.
Penggawa Laskar Sambernyawa akan all-out sepanjang pertandingan untuk membawa pulang tiga angka.
Dirinya sadar, tanpa melakukan usaha lebih keras dari laga sebelumnya akan sulit menang dari Arema FC.
Pemain berusia 27 tahun itu mengatakan, persiapan mereka melawan Singo Edan sudah matang.
Proses adaptasi dengan skema pelatih anyar Ong Kim Swee berjalan baik.
”Kami sudah mengerti apa yang diinginkan pelatih,” tutur dia.
Di tempat terpisah, Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli sudah memperingatkan Pablo Oliveira dkk untuk tidak meremehkan Persis.
Menurutnya, memandang sebelah mata lawan akan membuat tim lebih dekat dengan kekalahan.
”Semua pemain pastinya masih ingat, kesalahan kecil di laga melawan Persebaya lalu bisa menghukum tim,” katanya.
Perlu diketahui, Arema FC hampir membawa pulang poin dari Stadion Gelora Bung Tomo, 7 Desember lalu.
Peluang itu sirna, akibat terjadi kesalahan dilakukan pada akhir laga yang berujung penalti untuk lawan.
Joel tidak hanya fokus terhadap kekurangan Persis.
Penggawa Arema FC juga dipersiapkan untuk mengantisipasi kelebihan lawan.
Dia melihat Persis punya penyerang berbahaya saat diberikan ruang.
Di antaranya, Sho Yamamoto, Ramadhan Sananta, Karim Rossi, sampai Irfan Jauhari.
”Saya bilang semua pemain baik di lini depan dan tengah untuk lebih rajin ikut bertahan,” ujar dia.
Tujuannya, membuat lini belakang solid.
Namun, saat ada peluang mencetak gol, semua pemain diperbolehkan terlibat.
Mantan nakhoda Al-Riyadh itu ingin elemen tim Singo Edan bermain agresif.
Dia percaya, bermain menekan akan membuka peluang mendapat gol. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana