Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Sulit Antisipasi Kebobolan di Menit Akhir

Galih R Prasetyo • Sabtu, 14 Desember 2024 | 18:17 WIB
BANYAK PR: Salim Tuharea (tengah) berusaha merebut bola dari Flabio Soares dalam sesi latihan di Lapangan Universitas Brawijaya, kemarin.
BANYAK PR: Salim Tuharea (tengah) berusaha merebut bola dari Flabio Soares dalam sesi latihan di Lapangan Universitas Brawijaya, kemarin.

MALANG KOTA - Kemasukan jelang pertandingan selesai masih menjadi pekerja rumah Arema FC sampai pekan ke14 BRI Liga 1.

Pablo Oliveira dkk belum menemukan formula yang tepat untuk mengantisipasi problem itu.

Berdasar catatan wartawan koran ini, Singo Edan kemasukan tiga gol dalam empat laga terakhir di pengujung laga.

Terbaru, saat Arema FC melawan Persis Solo, 12 Desember lalu.

Gawang Lucas Frigeri kebobolan saat waktu normal menyisakan 15 menit.

Dampak dari problem itu, Singo Edan kerap gagal mengakhiri laga dengan tiga poin.

Pelatih Kepala Arema FC Joel Cornelli menjelaskan, penyebab kebobolan di menitmenit akhir berbeda di masing-masing pertandingan.

Dia mencontohkan, saat melawan Persis, pemicunya pergantian formasi yang dilakukan.

Awalnya, Arema FC bermain dengan skema 4231.

Lalu, diganti menjadi 442 dengan menambah penyerang.

Tujuannya, untuk meningkatkan intensitas serangan tim saat unggul 10.

”Tapi berjalannya waktu, konsekuensi skema itu membuat kami mempunyai celah yang dimanfaatkan lawan,” katanya.

Sedangkan di dua laga sebelumnya, Joel menjabarkan, penyebab kebobolan pada menitmenit akhir karena para pemain kehilangan fokus.

”Saat melawan Persebaya, para pemain sedikit tertekan dengan atmosfer laga,” ucapnya.

Sementara saat berhadapan dengan Madura United dan Barito Putera, elemen tim sedikit terlena seusai unggul.

Tapi Joel bersyukur, pada waktu itu Singo Edan tidak kalah seperti saat melawan Persebaya.

Problem itu, akan dia segera perbaiki.

Mantan juru taktik AlRiyadh itu sadar, saat dibiarkan akan merugikan Singo Edan.

Apalagi, dalam laga ke depan akan melawan tim yang rajin mencetak gol di menit menit akhir dan babak kedua.

Lantas, bagaimana cara dia memperbaiki kekurangan itu? Joel menjelaskan, akan dimulai dengan bersama-sama menganalisis cuplikan laga sebelumnya.

Dia melihat, cara itu akan efektif untuk membuat pemain mengetahui kesalahannya.

”Para pemain harus menjadikan situasi itu (kebobolan menit akhir, red) sebagai pelajaran,” katanya.

Joel yakin, melakukan perbaikan secara mandiri akan membuat penggawa Singo Edan lebih waspada.

Di tempat terpisah, Pelatih Fisik Arema FC Gustavo Correa membantah, masalah kebobolan di menitmenit akhir dipengaruhi kondisi fisik para pemain.

Menurutnya, kebugaran para penggawa Singo Edan tetap terjaga di tengah jadwal kompetisi padat.

”Saya lihat, ini lebih kepada kekuatan lawan,” ujar dia.

Pelatih asal Brazil itu mencontohkan saat laga lawan Persebaya.

Menurutnya, tim berjuluk Green Force itu sebelumnya sudah sering mencetak gol di akhir pertandingan.

Sedangkan pemain Persis, punya motivasi tinggi akhiri lima laga tanpa kemenangan.

Gustavo mengatakan, saat ini tugasnya menyiapkan fisik para pemain supaya tetap bugar.

”Fisik sangat penting untuk menunjang performa pemain. Saya ingin kami bisa menang kembali,” ucap dia. (tio/gp)

Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana
#Arema FC #antisipasi #kebobolan