PADANG - Arema FC bisa mengakhiri paro pertama musim ini dengan happy ending.
Singo Edan menaklukkan tim Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Padang, kemarin.
FC merangsek naik ke posisi empat klasemen sementara.
Saat ini, mereka sudah mengoleksi 28 poin.
Namun, posisi itu bisa berubah.
Itu karena belum semua klub melakoni laga pada pekan ke-17.
Kemenangan kemarin juga membuat Arema FC menjaga rekor tujuh tahun selalu menang dari tim berjuluk Kabau Sirah itu.
Sejak putaran kedua Liga 1 musim 2017, Semen Padang selalu kalah dari Singo Edan.
Pertemuan terakhir mereka terjadi pada 2019, dan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Dedik Setiawan dkk.
Pelatih Sementara Arema FC Kuncoro bersyukur dengan hasil yang diraih anak asuhnya kemarin.
Dia mengatakan, pertandingan melawan Semen Padang tidak mudah bagi timnya.
Itu karena mereka kebobolan lebih dahulu lewat gol Firman Juliansyah pada menit ke-18.
”Untungnya, mental pemain tidak jatuh,” ucap Kuncoro setelah laga.
Arema FC bisa melakukan comeback dua gol.
Di antaranya lewat sepakan Charles Lokolingoy pada menit ke-23. Lalu tendangan Salim Tuharea 10 menit kemudian.
Meski menang, Kuncoro melihat permainan timnya masih jauh dari sempurna.
Menurutnya, Dalberto Luan Belo dkk masih mengalami problem di ketahanan fisik.
Itu membuat intensitas permainan mereka pada interval kedua anjlok.
Akibat nya, Semen Padang banyak mengancam gawang Lucas Frigeri.
Itu terbukti dari data yang dicatat operator Liga 1. Pada babak pertama, Arema FC mendominasi penguasaan bola dengan 58 persen.
Namun, pada babak kedua menurun menjadi 48 persen.
Karena problem fisik itulah, Kuncoro membuat banyak pergantian pemain pada babak kedua.
Total, dia melakukan pergantian sebanyak empat kali.
”Itu akan jadi (bahan) evaluasi kami untuk paro ke dua,” tutur Kuncoro.
Seusai laga pekan ke-17, Arema FC akan menghadapi jeda panjang untuk memasuki putaran kedua kompetisi.
Dalberto Luan Belo dkk akan kembali berlaga pada 11 Januari kontra Dewa United. Total, mereka memiliki waktu persiapan selama dua pekan. (tio/by)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana