MALANG KOTA - Bursa transfer BRI Liga 1 sudah dibuka sejak 19 Desember lalu.
Mulai waktu itu sampai 15 Januari nanti, kontestan Liga 1 bisa melakukan bongkar pasang skuad.
Itu menyusul, mereka bisa mendaratkan pemain baru.
Lantas, bagaimana dengan rencana Arema FC di bursa transfer sebelum paro kedua kompetisi?
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, manajemen tidak akan banyak mengubah skuad.
Perombakan besar tidak dilakukan, karena tim dilihat cukup solid untuk bersaing ke depan.
”Rencana awal kami akan pertahankan skuad saat ini. Dan terbuka melakukan penambahan,” katanya.
Menurutnya, manajemen dan tim pelatih melihat fondasi tim sudah terbentuk.
Karena itu, fokus ke depan tinggal bagaimana mengoptimalkan potensi sudah ada.
Rasa optimistis itu, tidak lepas dari kemampuan Dalberto Luan Belo dkk kompetitif.
Artinya, mampu finish posisi empat klasemen BRI Liga 1 saat putaran pertama.
Situasi itu, berbeda dengan musim lalu yang saat putaran pertama berada di zona merah.
Pria kerap disapa Inal itu melihat, banyak tantangan yang harus dilakukan saat melakukan perombakan pemain secara besar.
Salah satunya, tim harus kembali mencari chemistry dan bentuk permainan.
”Ini saja, pelatih anyar kami coba seusaikan dengan karakter tim sudah ada,” kata dia.
Meski begitu, dia berharap para pemain Arema FC tidak merasa di atas angin.
Menurutnya, performa penggawa tim tetap dipantau, tim pelatih, manajemen dan direksi klub.
Inal menyebut, bermain untuk Singo Edan wajib memberikan terbaik setiap laga.
Di tempat terpisah, Pelatih Kiper Arema FC Tiago Simoes melihat, pos bawah mistar cukup dengan tiga pemain.
Dia merasa jumlah itu ideal. Meski ke banyakan klub Liga 1 menggunakan tiga penjaga gawang.
”Kami puas dengan performa kiper yang ada di tim ini,” paparnya.
Menurutnya, Dicky Agung dan Andrian Casvari terus berkembang.
Keduanya menjadi pesaing yang bagus untuk Lucas Frigeri di tim.
”Sekarang tugas kami, bagaimana terus meningkatkan performa pemain,” katanya. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana