CABOR Hapkido Kota Malang ingin memperbaiki prestasi mereka di Porprov Jawa Timur.
Karena itu, mereka berusaha meningkatkan porsi latihan atlet saat ini.
Jarak waktu latihan dilakukan yang lebih lama dan menambah jumlah atlet.
Sebagai informasi, pada 2025 ini merupakan kali kedua mereka tampil di Porprov Jatim.
Saat debut di kejuaraan itu 2023 lalu, Hapkido Kota Malang gagal meraih medali.
Sedangkan tahun ini, mereka menargetkan lima emas.
Pelatih Hapkido Kota Malang Fandy Alfian Chaniago menjelaskan, alasan gagal mendapatkan medali di dua tahun lalu karena keterbatasan atlet dan pembiayaan.
Akibatnya, mereka hanya mampu menurunkan satu atlet saja di ajang di Porprov Jatim VIII.
”Sebenarnya atlet kami dapat emas, tapi saat itu di nomor ekshibisi sehingga tidak dihitung,” tuturnya.
Belajar dari situasi itu, Hapkido Kota Malang akan menurunkan lebih banyak atlet untuk Porprov Jatim 2025.
Saat ini, mereka sudah memiliki 23 atlet.
Amunisi itu akan diturunkan di 17 nomor yang dipertandingkan di Porprov Jatim nanti.
”Kami melakukan seleksi ketat. Aspek fisik, teknik, dan juga kemampuannya bertanding dinilai,” ungkap Fandy.
Selain itu, waktu persiapan mereka juga lebih lama.
Dimulai sejak Oktober tahun lalu.
Sebelumnya hanya persiapan selama lima bulan.
”Kami latihan empat kali dalam sepekan,” jelas Fandy.
Porsinya untuk latihan fisik dan teknik masing-masing dua hari.
Dengan proses persiapan itu, Hapkido Kota Malang optimistis meraih prestasi. (tio/gp)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana