LANGKAH Tenis Meja Kota Malang untuk tampil maksimal di Porprov Jawa Timur terancam sulit diwujudkan.
Satu indikasinya, atlet cabang olahraga itu sejak Desember 2024 lalu sampai sekarang belum menggelar persiapan.
Itu akibat, masa bakti pengurus Tenis Meja Kota Malang berakhir pada November 2024.
Ketua Umum Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Malang UU Soedjianto mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk membentuk pengurus baru.
Termasuk berkomunikasi dengan KONI.
Namun, hingga saat ini belum ada respons yang maksimal.
”Kami sudah berusaha membentuk pengurus baru sejak November 2024. Tapi, belum bisa diwujudkan,” katanya.
Menurutnya, jika merunut AD/ART seharusnya pembentukan pengurus baru dilakukan dua pekan seusai masa bakti pengurus lama berakhir.
Dia menjabarkan, situasi itu tidak bisa terus terjadi.
Itu karena, berdampak dengan nasib atlet Tenis Meja Kota Malang yang akan berlaga di Porprov Jatim. Karena itu, dia berharap mendapat support dalam pembentukan pengurus baru itu.
”Kalau bukan dari kami (pengurus lama), pembentukan pengurus baru dari KONI tidak masalah,” katanya.
Baginya yang terpenting, segera ada kejelasan siapa bertanggung jawab di organisasi.
Tujuannya, supaya persiapan segera bisa digulirkan.
Situasi itu berimbas kepada keterlambatan cabor tenis meja mendapatkan SK mengikuti Puslatkot.
Akibatnya, mereka harus absen di acara pembukaan program itu 14 Januari lalu. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho