Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Kapten Unggul FC Malang, Konsumsi Tiga Makanan saat Buka Puasa

Galih R Prasetyo • Jumat, 7 Maret 2025 | 00:35 WIB
TIDAK KALAP: Kapten Unggul FC Malang Ikhsani Fajar (depan) berusaha lepas dari penjagaan Guntur Sulistyo dalam sesi latihan di Unggul Sport Center, pekan lalu.
TIDAK KALAP: Kapten Unggul FC Malang Ikhsani Fajar (depan) berusaha lepas dari penjagaan Guntur Sulistyo dalam sesi latihan di Unggul Sport Center, pekan lalu.

KABUPATEN- Kapten Unggul FC Malang Ikhsani Fajar bukan tipe atlet yang berbuka puasa dengan kalap.

Mantan penggawa Black Steel FC Papua itu memilih mengonsumsi makanan ringan seusai azan maghrib.

Makanan besar baru dia santap setelah pulang salat tarawih.

Lantas, apa menu buka puasa Alumnus Universitas Brawijaya itu? Kepada Jawa Pos Radar Malang Ikhsani Fajar bercerita, memilih makanan yang manis saat berbuka.

Menu tersebut dilihatnya paling ideal untuk mengembalikan tenaga dengan cepat seusai latihan sore.

Setiap hari pemain bernomor punggung empat itu menjalani latihan individu.

”Saya tipe orang yang buka (puasa) dengan makanan yang tidak berat,” paparnya.

Menurutnya, mengonsumsi menu seperti itu sudah menjadi kebiasaan keluarganya sejak lama.

Terlepas dari itu, dilihatnya buka puasa dengan makanan ringan dan manis dari aspek kesehatan juga dianjurkan.

Kemarin (5/3) Sani membatalkan puasa dengan kurma, apel, dan pisang.

Lalu dilanjut menikmati takjil seperti kolak dan es buah.

Untuk tambahan, dia mengonsumsi whey protein.

Dia merasa, perutnya sangat nyaman dengan menu seperti itu.

Alhasil, tidak berat untuk menjalani aktivitas selanjutnya selepas buka puasa.

Seperti salat maghrib, isya, sampai tarawih.

”Untuk makan malam saya selalu merebus tiga hingga empat telur. Tambahannya masakan ibu,” paparnya.

Menu ikan selalu menjadi kudapan favoritnya.

Mulai dari kakap merah, bubara hingga kerapu silih berganti mengisi piring sang pemain.

Biasanya, ikan tersebut diolah dengan sederhana.

Mulai digoreng, dibakar, sampai dimasak kuah bumbu kuning.

Tidak jarang, dia juga menyantap ikan rebus.

”Pokoknya kalau ikan dan masakan timur saya paling suka,” katanya.

Selain itu, Sani juga kerap request untuk dibuatkan tempe orek dan sambal goreng teri kepada ibunya.

Menurutnya, makanan tersebut sudah menjadi comfort food baginya saat kembali ke kampung halamannya.

Alhasil, selalu tersedia di meja makan rumahnya.

Saat ini Sani pulang ke Fakfak, Papua Barat. (wb3/gp)

Editor : A. Nugroho
#atlet #bola #malang #berbuka