PERSIAPAN Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Malang untuk Porprov Jawa Timur belum maksimal. Penyebabnya, mereka terkendala perlengkapan sepeda yang digunakan atlet. Situasi itu berdampak ke target latihan atlet beberapa kali kurang optimal.
Bidang Prestasi (Binpres) ISSI Kota Malang Sugeng Tri Hartono mengatakan, untuk sementara atlet memenuhi kebutuhan sepeda secara mandiri. Merogoh uang di sakunya untuk memenuhi perlengkapan. Itu terpaksa dilakukan, demi mendapat sepeda yang nyaman untuk latihan.
”Usaha itu dilakukan supaya atlet tidak alami insiden saat latihan,” paparnya.
Menurutnya, akan menjadi kerugian saat tidak bisa tampil di Porprov Jatim IX. Apalagi event itu akan digelar di Malang Raya. Meski begitu, Sugeng menjelaskan, situasi seperti itu tidak bisa terus berlanjut.
Karena bisa menjadi beban untuk atlet yang tugas utamanya bersiap dengan maksimal. Terlepas dari itu, perlengkapan sepeda memiliki masa pakai.
Dia mencontohkan, rantai sampai ban sepeda. Penggunaannya tidak bisa lama.
Terlebih, saat digunakan dengan program latihan yang intens.
”Kalau shock untuk sepeda downhill hanya beberapa jam saja masa penggunaannya,” paparnya.
Selama ini, pihaknya telah melakukan berbagai cara untuk menyiasati tantangan tersebut. Melakukan perbaikan kecil menjadi salah satunya. Meski begitu, ISSI Kota Malang akan tetap berjuang. Prestasi menjadi target mereka.
Itu menyusul, selama ini balap sepeda menjadi salah satu lumbung medali Kota Malang saat tampil di Porprov Jawa Timur.
”Kami akan sesuaikan dengan kondisi yang ada,” terang pria asal Malang tersebut.
Baginya tantangan seperti itu bukan pertama terjadi. Perlengkapan yang sudah mereka terima akan dimaksimalkan. Seperti contohnya hibah ban untuk sepeda mountain bike (MTB). Dilihatnya, kualitas lumayan untuk latihan. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho