SELAMA bulan Ramadan pivot Unggul FC Malang Andres Dwi Persada tetap rutin latihan.
Dia merasa menempa diri sudah menjadi kebutuhannya sebagai atlet.
Pemain bernomor punggung enam itu bertekad ingin terus dalam kondisi terbaik.
Lantas, apa menu latihan Andres Dwi Persada selama bulan suci?
Kepada Jawa Pos Radar Malang Andres bercerita, dia fokus meningkatkan ketahanan fisik.
Biasanya, dia menjalankan program itu jelang buka puasa atau sore hari.
”Saya biasanya jogging atau skipping,” katanya.
Menurutnya, dua program latihan itu merupakan instruksi dari pelatih fisik.
Sebagai pemain berposisi di pivot, Andres dituntut punya endurance yang kuat.
Itu karena, harus aktif bergerak saat pertandingan.
Selama jogging, Andres tidak memilih jarak lari yang jauh.
Tapi, intensitasnya ditingkatkan.
Contohnya, dia harus lari menempuh jarak satu kilometer di bawah waktu enam menit.
Saat hasilnya tidak sesuai, dia harus mengulanginya.
Dalam latihan itu, dia biasanya memberi jeda waktu istirahat selama dua menit.
Sementara untuk skipping, Andres biasanya melakukan aktivitas tersebut dengan durasi dua menit.
Program latihan skipping tidak dia jalankan saat ada rencana latihan di gym pada malam hari.
Dia hanya melakukan jogging, lalu dilanjut ke gym seusai salat tarawih.
Di gym, Andres berlatih full body demi mengasah otot bagian bawah dan atas.
”Di gym saya melatih lengan, perut sampai kaki,” papar dia.
Sebelumnya, Andres lebih memilih latihan sore di gym selama Ramadan.
Tapi, diganti karena kurang efektif untuknya.
Alhasil, sore hari dia melatih endurance dan saat malam mengasah otot.
Dia berharap usaha itu membuatnya bisa terus konsisten.
Pivot Unggul FC Malang ingin terus berkontribusi untuk tim pada putaran kedua. (wb3/ gp)
Editor : A. Nugroho