SELAMA bulan Ramadan aktivitas latihan Ala Unggul FC Malang Guntur Sulistyo berlangsung sore hari.
Jelang buka puasa menjadi waktu favoritnya untuk menempa diri.
Eks penggawa Black Steel FC Papua itu berusaha tetap bugar demi menjaga konsistensi permainan.
Seperti diketahui, dia menjadi pemain yang diandalkan Unggul FC Malang.
Beberapa kali masuk skuad Garuda Futsal.
Terakhir kali dia membela tim merah putih saat ajang 4Nations World Series 2025.
Kepada Jawa Pos Radar Malang Guntur Sulistyo bercerita, biasanya dia memilih aktivitas ringan saat latihan.
Fokusnya melatih gerak otot kaki dan menjaga sentuhan bola.
“Pilihan latihan antara jogging dan bermain sepak bola (lapangan besar),” ucapnya.
Dia merasa, latihan bola cukup krusial bagi pemain berposisi sebagai ala.
Alasannya, selama libur kompetisi ritme permainan berpotensi menurun saat tidak dijaga.
Karena itu, dia selalu melatih passing, shooting, dan dribbling sebelum bermain sepak bola.
Sedangkan pekerjaan rumah dari pelatih fisik, Guntur mendapat tugas mengasah endurance.
Berlari satu kilometer dalam durasi waktu kurang dari tujuh menit.
Meski begitu, latihan Guntur tidak selalu berdurasi pendek. Tergantung dengan target yang ingin dicapai.
Apabila bisa menyelesaikan dalam waktu singkat, dirinya akan melahap menu latihan lain.
Disinggung soal latihan malam, Guntur tidak selalu melakukannya.
Pemain asal Sragen tersebut enggan untuk memaksakan diri.
“Latihan malam saat tidak capek saja mas,” ucapnya.
Saat latihan malam, Guntur lebih memilih menempa diri di gym.
Melatih otot bagian atas dan power.
Selama bulan puasa, pemain bernomor punggung 16 itu punya jurus khusus supaya kuat latihan.
Satu trik yang dia gunakan, selalu menyempatkan tidur dulu sebelum menempa diri.
Cara itu membuatnya lebih fresh dan punya tenaga. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho