PENGGAWA anyar Persema Malang Arjun Arianto tidak kesulitan mengambil keputusan untuk gabung Bledek Biru. Mantan pemain Persepon Ponorogo itu langsung mengiyakan saat tawaran dari Persema datang.
Salah satu hal membuatnya tertarik hijrah ke Malang hadirnya sosok Ahmad Bustomi di tim. Arjun ingin merasakan secara langsung di latih legenda sepak bola Indonesia itu. Menurutnya, Bustomi sosok pemain punya jam terbang tinggi di kancah sepak bola nasional dan internasional.
”Coach (Bustomi) pelatih kepala yang berpengalaman sebagai pemain dan eks timnas juga,” katanya.
Dirinya yakin, di bawah bimbingan eks pemain PSMS Medan itu bisa semakin berkembang. Ada banyak transfer ilmu yang dirinya dapatkan. Menurutnya, sebagai atlet perlu terus meningkat.
Baca Juga: Persema Malang Datangkan Tiga Amunisi Baru
Alasannya, persaingan di jagat sepak bola semakin ketat. Dirinya percaya sikap profesional merupakan cara untuk raih prestasi. Di bawah nakhoda Bustomi, Arjun merasa ada perbedaan metode latihan, strategi hingga implementasi teknis di dalam lapangan dari klub sebelumnya.
”Jauh lebih intens dan rapi saat bertanding,” papar dia.
Sebagai pemain yang berposisi sebagai striker, dirinya senang dengan pola permainan Bledek Biru itu. Sedangkan sepekan lebih bergabung dengan Persema, pemain asal Jepara itu tidak kesulitan adaptasi.
Baik itu melakukan penyesuaian teknis dan dengan lingkungan di klub. Dirinya sudah merasa nyaman. Arjun bercerita, senang menjadi bagian Persema.
Baca Juga: Reza Rarmadiputra Tidak Kesulitan Adaptasi dengan Persema Malang
”Dari sisi manajemen bagus,” papar dia.
Menurutnya, fasilitas dan sarana untuk berlatih juga sangat ideal menunjang perkembangan pemain. Dari sisi non teknis, Arjun sudah bisa beradaptasi dengan lingkungan Malang.
“Sejuk mas, suka saya di sini,” kata dia.
Menurutnya, Malang sangat berbeda dibandingkan tempat kelahirannya Jepara yang lebih panas. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho