ANCHOR Unggul FC Malang Muhammad Rifaldi menatap putaran kedua kompetisi dengan motivasi tinggi.
Dia tidak patah semangat membantu tim, kendati saat putaran pertama Pro Futsal League (PFL) jarang tampil.
Tercatat, menit bermain Rifaldi minim dibandingkan pemain Unggul FC Malang di posisi anchor.
“Saya selalu optimistis bisa mendapat lebih banyak menit bermain (saat putaran dua PFL),” papar dia.
Menurutnya, tim pelatih dan manajemen tidak pernah membeda-bedakan pemain.
Semua diberikan kesempatan yang sama.
Karena itu, dirinya tidak marah dan kecewa saat putaran pertama PFL belum banyak diberikan kepercayaan tampil.
Dia yakin tim pelatih memilih penggawa tim sesuai kebutuhan di pertandingan.
Pemain lain wajib support tim berlaga di lapangan. Rifaldi mengatakan, menyambut putaran dua kompetisi dengan persiapan positif.
Dirinya memulai program latihan Unggul FC Malang dengan baik.
“Saya yakin sudah semakin baik dalam menyesuaikan diri dengan pola permainan tim,” paparnya.
Dia percaya gaya bermain Unggul FC Malang yang cepat dan agresif semakin dikuasainya.
Rifaldi bahagia selama masa penyesuaian itu banyak mendapat support rekan-rekannya.
Andres Teran dkk tidak pelit berbagi ilmu dan memberi masukan untuk pemain lain.
Alhasil, bisa berkembang bersama.
Pelatih Kepala Unggul FC Malang Joao Almeida menjelaskan, proses adaptasi berperan besar kepada Rifaldi.
“Dia memang membutuhkan waktu (adaptasi) karena baru bergabung dengan tim musim ini,” kata dia.
Nakhoda asal Portugal itu melihat, pemainnya itu perlu menyesuaikan gaya bermain di Unggul FC Malang dan klub sebelumnya.
Mulai dari cara bertahan, menyerang hingga pergerakan.
Sekalipun sebelumnya, dia eks kapten tim Sadakata United. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho