DUA amunisi anyar Unggul FC Malang Wais Alkarni dan Muhammad Rizki langsung nyetel dengan penggawa lama.
Selama sepekan latihan mereka tidak kesulitan beradaptasi dengan program latihan dan skema permainan tim.
Baik Wais dan Rizki cepat tune-in dengan gaya bermain dan karakter tim berlogo singa bermahkota itu.
Wais menjelaskan, proses adaptasi dirinya bisa berjalan dengan cepat karena berbagai faktor.
Salah satunya, gaya bermain tim yang cocok dengan dirinya.
”Karena di Unggul FC bermain dengan Formasi 3-1, permainan jadi lebih terstruktur,” kata dia.
Menurutnya, skema itu membantunya bermain lebih leluasa, baik menyerang dan bertahan.
Ditambah lagi, pivot yang dimiliki Unggul FC Malang eksplosif dan lincah atau aktif membuka ruang.
Menurutnya, kemampuan itu sangat cocok dengan gaya bermainnya yang mengandalkan kecepatan.
”Tinggal nanti bagaimana kami menjalin chemistry biar semakin bagus,” kata pemain berusia 25 tahun itu.
Senada dengan Wais, kiper anyar Unggul FC Malang Rizki menjelaskan, dirinya juga cepat tune-in karena alasan tactical.
Menurutnya, tim bermarkas di Unggul Sports Center itu memiliki kemiripan gaya bermain dengan klub lamanya.
”Intensitas bermainnya tinggi, sama seperti di Bintang Timur Surabaya,” katanya.
Meskipun begitu, pemain berusia 19 tahun merasa intensitas permainan Unggul FC yang lebih tinggi.
Alhasil memaksanya untuk mengambil keputusan cepat saat ada momentum counter attack.
Dengan begitu, dirinya bisa mencapai level bermain yang diinginkan tim pelatih. (wb3/gp)
Editor : A. Nugroho