Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan Berharap Jaminan Keselamatan Penonton Diperhatikan

Galih R Prasetyo • Rabu, 7 Mei 2025 | 17:13 WIB
TUNGGU KOMITMEN: Keluarga korban tragedi Kanjuruhan berdiskusi dengan manajemen Arema FC di kantor klub Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, beberapa waktu lalu.
TUNGGU KOMITMEN: Keluarga korban tragedi Kanjuruhan berdiskusi dengan manajemen Arema FC di kantor klub Jalan Mayjen Panjaitan, Kota Malang, beberapa waktu lalu.

KABUPATEN- Hanya tinggal menghitung hari pertandingan sepak bola kembali bergulir di Stadion Kanjuruhan.

Rencananya, akan digelar laga bertajuk charity di stadion tersebut pada Kamis nanti (8/5).

Pertandingan amal itu akan mempertemukan antara Arema FC melawan Arema All Star.

Laga tersebut bakal menjadi test case sebelum digelar pertandingan BRI Liga 1 di Stadion Kanjuruhan Minggu nanti (11/5).

Pada waktu itu, Singo Edan akan melawan Persik Kediri.

Lantas, bagaimana respons keluarga korban tragedi Kanjuruhan terkait kembalinya laga sepak bola di Stadion Kanjuruhan?

Ketua Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan (YKTK) Devi Athok berharap panitia pertandingan punya persiapan yang matang.

Itu karena, saat setengah-setengah mengelola laga bisa memicu insiden kelam 1 Oktober 2022 terulang.

”Harus dipastikan keamanan dan jaminan keselamatan penonton,” kata dia kepada wartawan koran ini.

Sebelum itu, dia menentang laga Arema FC lawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan.

Karena bisa menghadirkan luka dan trauma yang mendalam.

Selain itu, Devi berharap keberadaan asuransi untuk penonton benar-benar diperhatikan.

Alasannya, menjadi perlindungan penonton yang krusial.

Terlebih lagi, jika terjadi insiden di stadion.

Jaminan itu, menurutnya dapat membantu biaya pengobatan saat penonton mengalami luka atau cedera.

”Jangan sampai tragedi terjadi lagi hanya karena manajemen tidak belajar dari masa lalu,” papar dia.

Sebelum tragedi 1 Oktober 2022, aspek itu belum dimaksimalkan.

Selain itu, pria asal Kabupaten Malang itu juga menyoroti minimnya komitmen manajemen terhadap pemenuhan hak-hak korban.

Menurutnya, niat baik untuk menyelesaikan problem tragedi Kanjuruhan harus dibarengi kejelasan hukum dan legalitas.

Sedangkan terkait penandatanganan MoU antara Pemkab Malang dan Arema FC terkait penggunaan Stadion Kanjuruhan, dirinya belum diajak komunikasi.

Devi mengatakan, pihaknya baru mengetahui adanya MoU sehari setelah diumumkan pada Minggu lalu (4/5).

Keputusan itu, dilihatnya kurang elok.

”Seharusnya dibahas terlebih dahulu bersama keluarga korban,” katanya.

Apalagi saat ini masih belum ada kejelasan soal asuransi penonton bagaimana.

Harapannya jangan sampai terjadi tragedi Kanjuruhan lagi di sepak bola nasional. (zan/gp)

Editor : Aditya Novrian
#YKTK #arema fc vs persebaya #stadion kanjuruhan