PAYAKUMBUAH Golf Tournament 2025 yang digelar di Imperial Golf Klub Karawaci, Tangerang, 16 April lalu di I menambah daftar prestasi Daffa Putra Hardian.
Bersama tiga rekannya dari UKM Golf Universitas Brawijaya (UB), dia mendapat predikat Best Gross Team 4 untuk kategori foursome.
Artinya, mereka berhasil meraih podium keempat dari turnamen itu.
Perkenalan mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UB terhadap olahraga golf terjadi sejak dia kecil.
Dulu, dia sering ikut ayahnya yang seorang pengusaha di bidang pertanian untuk bernegosiasi dengan calon klien.
”Melihat bola terbang saya jadi suka,” kenang dia.
Dari sana, dia mulai ikut berlatih dengan ayahnya selama empat tahun.
Saat berusia 12 tahun, dia mulai mengikuti kompetisi golf junior tingkat Jawa Timur.
Hasilnya tak begitu buruk.
Sebab, saat itu dia berhasil keluar sebagai juara ketiga di lomba pertamanya.
”Setelah itu motivasi saya bertambah untuk terus bermain golf dengan serius,” kata dia.
Dukungan penuh didapat dari ayahnya.
Dia kemudian diperkenalkan dengan sejumlah pelatih golf ternama.
Daffa juga sering mengikuti turnamen terbuka, baik skala regional hingga internasional.
”Saya sempat ikut seleksi SEA Games di Kamboja pada 2023 lalu,” ujar dia.
Meski tidak lolos, Daffa mendapatkan pengalaman berharga dari proses seleksi yang diikuti 30-an atlet itu.
Pengalaman paling berkesannya terjadi saat mengikuti Porprov Jawa Barat 2022.
Saat itu dia mewakili kontingen Kota Bogor.
Sepanjang tahun ini, dia sudah meraih beberapa prestasi.
Pegolf asal Surabaya itu sempat meraih predikat juara satu di Merapi Junior Golf Championship.
Passion terhadap olahraga golf tidak hanya ditunjukkan saat mengikuti perlombaan saja.
Daffa menjadi salah satu pendiri UKM Golf di UB pada 2023.
”Dari mulai 20 anak (anggotanya), sekarang menjadi hampir 200 anggota,” kata dia.
Selain di UB, juga muncul UKM Golf di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Bina Nusantara (Binus).
Untuk target selanjutnya, dia ingin terjun dalam PON 2028.
Setelah itu, dia ingin mendaftar sertifikasi sebagai pegolf pro.
”Setidaknya 2029 setelah PON saya berencana mengikuti sertifikasi itu,” ujar pemuda berusia 22 tahun itu.
Agenda terdekat, dia mengikuti Porprov IX 2025 mewakili Kota Malang.
Dia menargetkan dua medali emas di kategori individu dan foursome. (zan/by)
Editor : Aditya Novrian