Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Arema FC Masih Demam Panggung

Bayu Mulya Putra • Senin, 12 Mei 2025 | 21:24 WIB

YAKIN BANGKIT: Sekretaris Tim Arema FC Rahmat Taufiq mencoba menenangkan Dendi Santoso yang tertunduk lesu pascalaga, kemarin sore (11/5).
YAKIN BANGKIT: Sekretaris Tim Arema FC Rahmat Taufiq mencoba menenangkan Dendi Santoso yang tertunduk lesu pascalaga, kemarin sore (11/5).

KABUPATEN - Misi mempersembahkan kemenangan untuk para suporter harus sirna. Tiga gol dari Persik Kediri memupusnya.

Yang lebih miris, kekalahan itu terjadi di Stadion Kanjuruhan. Kandang yang sudah ditinggalkan Arema FC hampir tiga tahun. Sepanjang laga, Singo Edan sebenarnya bermain dominan. Namun, banyak peluang yang disia-siakan Dalberto Luan Belo dkk. Cukup tampak bila mereka kurang bermain lepas di hadapan 2.850 penonton yang hadir.

Di sisi lain, tim Macan Putihjulukan Persik Kediri lebih bisa memanfaatkan kesempatan. Itu dibuktikan dari gol mereka pada menit ke-25.

Menerima crossing matang dari Ze Valente, Vava Mario Yagalo menyundul bola tepat ke kanan gawang Frigeri. Selepas gol itu, Pelatih Arema FC Ze Gomes menginstruksikan para penggawanya untuk bermain lebih menyerang.

Baca Juga: Sulit Perkasa Saat Lawan Klub Jatim di Derby Jatim, Arema FC Baru Menang Sekali dalam Dua Musim

Namun peluang lagi-lagi gagal dikonversikan menjadi gol. Selepas turun minum, Ze Gomes memasukkan Samuel Balinsa, Dendi Santoso, dan Chalres Lokolingoy. Pergantian itu tak membuahkan hasil. Dua gol kembali bersarang ke gawang Lucas Frigeri. Yang pertama pada menit ke-72 melalui gol Ramiro Fergonzi.

Diikuti gol penutup dari Ze Valente pada menit ke-82. Chant dari suporter yang mengkritik Ze Gomes mulai berkumandang. Ze Gomes pun paham betul alasan Aremania meneriakkan slogan ‘Gomes Out’ tak lama setelah gol ketiga. Dia menyebut hal itu normal karena timnya bermain buruk.

”Semoga kami bisa bermain lebih baik di pertandingan berikutnya,” kata dia selepas laga.

Sementara itu, Pelatih Kepala Persik Kediri Divaldo Alves mengaku sudah memprediksi skema permainan Arema FC. Sejak awal laga, dia menginstruksikan penggawanya agar mengawal ketat pergerakan dua penyerang Arema FC. Berhasil melakukannya, mereka kemudian mengambil inisiatif menyerang.

Baca Juga: Gantikan Wiebie, GM Arema FC Isi Posisi Manajer sampai Laga Terakhir

”Karena itu kami sudah mendikte mereka (Arema FC) dari awal,” kata dia.

Kembalinya Arema FC ke Stadion Kanjuruhan menghadirkan beberapa momen sedih. Sebelum laga dimulai, kedua tim memanjatkan doa bersama-sama untuk para korban tragedi Kanjuruhan.

Beberapa jam sebelum laga dimulai, sejumlah suporter juga mendatangi gate 13 dan berdoa di sana. Dari total 2.850 penonton yang hadir, mayoritas memenuhi tribun VIP dan tribun skor. Beberapa di antaranya juga berada di tribun timur.

Hanya sedikit suporter yang menghuni tribun selatan atau gate 13. Pasca kekalahan, tampak beberapa pemain tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Seperti tampak dari Dendi Santoso. Dia tertunduk lesu dan berkacakaca. Rahmat Taufiq, Sekretaris Tim Arema FC mencoba menenangkannya. (zan/by)

 

 

 

Editor : Aditya Novrian
#dikandang #Persik #kekalahan #Lawan #Arema