HARUS BERBENAH: Dalberto Luan Belo (kiri) dan Dendi Santoso berjibaku berebut bola dengan center back Persik Kiko dalam laga BRI Liga 1 pekan ke-32, kemarin.
Bertekad Tutup Kompetisi dengan Happy Ending
MALANG KOTA - Arema FC memastikan tidak akan main mata dalam laga pemungkas BRI Liga 1 pada 24 Mei mendatang.
Fokus mereka menutup kompetisi dengan happy ending.
Itu menyusul, pada laga kandang sebelumnya berakhir dengan hasil negatif.
Perlu diketahui, pertandingan Arema FC melawan Semen Padang di Stadion Kanjuruhan nanti krusial.
Hasil pertemuan dua kesebelasan itu jadi penentu siapa klub BRI Liga 1 musim ini yang akan turun kasta.
Kesebelasan berjuluk Kabau Sirah itu butuh kemenangan untuk bertahan di kompetisi.
Saat ini Semen Padang berada di peringkat 15 atau satu tingkat di atas zona merah.
Mereka mengumpulkan 33 poin.
Berjarak dua poin dengan tim peringkat 16 PSS Sleman dan 17 Barito Putera.
Dalam pertandingan penentuan, Barito Putera akan away melawan PSIS Semarang.
Sedangkan, Super Elang Jawa–julukan PSS–menghadapi Madura United.
Laga itu akan berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan dalam waktu yang sama.
Pelatih Kepala Arema FC Ze Gomes mengatakan, target tim tidak pernah berubah setelah memastikan bertahan di kompetisi.
Manajemen klub dan elemen tim selalu memburu hasil maksimal di setiap laga.
”Kami selalu berjuang untuk menang dan memberi kebahagiaan untuk suporter tim,” paparnya.
Menurutnya kekalahan melawan Persik Kediri memberi banyak pelajaran untuk elemen tim.
Karena itu, saat lawan PSBS Biak semua pemain tampil ngotot mendapat poin.
Dia melihat, Arema FC masih punya kesempatan untuk merangsek naik di klasemen BRI Liga 1.
Menutup kompetisi dengan finish di posisi lebih baik lagi dari dua musim terakhir.
”Kami semua tahu nama besar tim ini. Dan bagaimana harusnya tim ini berada (papan atas),” paparnya.
Saat ini Arema FC berpeluang finish di posisi enam klasemen.
Mereka membutuhkan kemenangan untuk mencapai peringkat tersebut.
Saat ini mereka berjarak tiga poin dengan PSM Makassar yang berada di posisi itu.
Di tempat terpisah, General Manager Arema FC Yusrinal Fitraindi memastikan klub akan memegang nilai-nilai fair play dalam laga itu.
Sportivitas menjadi dasar tim untuk menjalani laga pekan ke-34 itu.
”Semua pihak harus fokus pada esensi sepak bola sebagai ajang adu strategi dan profesionalisme,” katanya.
Dirinya mewakili klub membantah pernyataan petinggi klub Semen Padang sebelum laga pekan ke-34 beberapa waktu lalu.
Di mana sempat menyampaikan tuduhan dicurangi pada Piala Presiden 2017 di Stadion Kanjuruhan.
Lalu, meminta laga melawan Arema FC dipimpin wasit asing.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir diharapkan hadir ke Malang saat laga itu berlangsung.
Inal menjelaskan, kemenangan Singo Edan pada Piala Presiden 2017 lalu bukan bantuan pihak tertentu.
Arema FC membalikkan agregat melalui perjuangan keras.
”Sepak bola bukan sarana menebar kebencian dan kecurigaan.
Percayalah, sepak bola kita sudah bermartabat,” kata pria asal Malang itu. (zan/gp)