MALANG - Dua gol dari McTominay dan Lukaku di menit 42 dan 51 memastikan Napoli meraih scudetto. Klub berjuluk Partenopei tersebut menjadi juara liga Italia, Serie A usai menundukkan Cagliari 2-0 di Stadion Diego Armando Maradona dini hari tadi (24/5).
Akhir manis skuad asuhan Antonio Conte ini mengulangi prestasi tahun 2023 lalu di mana Napoli juga menjadi kampiumnya.
Dengan scudetto di musim 2024/2025 ini, Napoli sudah merah gelar sebanyak empat kali. Gelar pertama diraih tahun 1987, lalu pada 1990, 2023, lalu kemudian musim ini.
Conte benar-benar meluapkan kegembiraannya begitu wasit meniupkan peluit panjang. Persaingan hebat dengan Inter Milan, klub yang juga pernah dilatihnya, hingga pekan terakhir jelas menguras pikiran dan tenaga.
Napoli yang meraih 82 poin, hanya berjarak satu poin dengan rivalnya musim ini tersebut. "Ini musim yang tak mudah dan pemain pantas mendapatkan pujian karena perjuangan mereka," ujar Conte.
Dengan capaian ini, Conte menjadi salah satu pelatih yang berhasil meraih scudetto dengan tiga klub berbeda. Sebelumnya dia sudah pernah meraih gelar juara kasta tertinggi Liga Italia ini bersama Juventus dan Inter Milan.
Tangan dingin Conte pula yang membuat Manchester United tampaknya makin menyesal. Pemain 'buangan' yang mereka sia-siakan seperti Scott McTominay dan Romelu Lukaku berhasil tampil gemilang dan menjadi tulang punggung tim yang berbasis di Kota Pelabuhan tersebut.
Tak hanya gol di pekan terakhir, penggawa Timnas Skotlandia berhasil menorehkan 12 gol dan 4 assist sepanjang di Serie A.
Begitu pula dengan Lukaku. Penyerang bertubuh tinggi besar ini bahkan berpeluang menjadi pemain terbaik liga karena menorehkan 14 gol dan memimpin daftar assist dengan 10 assist sepanjang musim.
Juaranya Napoli ini memang mengejutkan banyak pihak. Media banyak yang menjagokan Inter Milan. Anak asuh Simone Inzaghi itu tampil istimewa dan berhasil menempel Napoli di setiap pekan. Inter bahkan sukses menembus laga puncak Liga Champions.
Bukti bahwa Lautaro Martinez dkk memang sangat solid dan punya determinasi sebagai tim bermental juara.
Sementara skuad Napoli justru tak terlalu dalam. Mereka kehilangan Kvaratskhelia yang hengkang ke PSG serta Osimhen yang memilih opsi peminjaman di Turki.
Tak heran, sambutan suporter Napoli begitu istimewa. Mereka seolah menjadikan scudetto ini sebagai pesta tak berujung sepanjang malam.
Rasa bahagia akan perjuangan luar biasa dari tim yang sebenarnya tak dipersiapakan sebagai juara. Kerja keras dan kekompakan yang menjadikan Napoli sebagai skuad menakutkan yang sulit dikalahkan.
Editor : A. Nugroho