MALANG KOTA – Porprov Jatim IX tinggal menghitung hari. Namun, lintasan balap sepeda Velodrome yang akan dipakai sebagai venue masih jauh dari kata layak. Tampak retakan kecil di sepanjang lintasan, permukaan licin akibat lumut, hingga cat terkelupas membuat kekhawatiran soal keselamatan atlet mencuat.
Padahal, Porprov akan digelar kurang dari dua pekan lagi. Namun, belum terlihat adanya perbaikan signifikan. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menyatakan, pihaknya terkendala oleh status kepemilikan aset.
”Velodrome itu aset milik Pemerintah Provinsi (Jawa Timur). Kami hanya memiliki tanahnya. Jadi kami hanya bisa melakukan pemeliharaan ringan,” ujarnya kemarin (16/6). Pemeliharaan yang dimaksud hanya berupa pemangkasan rumput dan pembersihan lintasan.
Menurut Baihaqi, upaya penyampaian kondisi venue sudah dilakukan secara lisan ke Pemprov Jatim. Termasuk saat koordinasi dengan Dispora Jatim akhir Mei lalu. Namun, belum ada tindak lanjut berarti. ”Untuk pengecatan atau perbaikan struktural, kami tidak bisa ambil alih karena bukan kewenangan kami,” imbuhnya.
Meski terbatas, penanganan akhirnya dilakukan kemarin. Pengurus Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Malang Sugeng Tri Hartono mengungkapkan, pihaknya mendorong adanya perbaikan minimal demi keselamatan atlet.
”Retakan-retakan itu cukup berbahaya, terutama saat kecepatan tinggi,” ujarnya. Menurut Sugeng, tim pemelihara mulai melakukan tambal retakan sejak pukul 10.30. Lebih dari 30 titik retakan ditutup menggunakan campuran semen dan lem khusus.
Targetnya, pagi ini tambalan sudah mengering agar lintasan bisa kembali digunakan untuk latihan. Lumut yang sempat menutupi lintasan juga telah dibersihkan. ”Kami kebut pengerjaannya usai latihan selesai,” pungkasnya. (aff/adn)
Editor : A. Nugroho