MALANG KOTA - Langkah manajemen Arema FC merekrut Adi Satryo tidak sekadar menambah kedalaman skuad tim musim depan. Mantan pemain PSIS Semarang itu berpotensi menjadi pesaing untuk Lucas Frigeri. Kiper asal Brasil itu hampir tidak tergantikan sepanjang musim BRI Liga 1 2024/2025.
Mantan portiere Madura United itu bermain 33 pertandingan bersama Arema FC musim lalu. Selama waktu itu, dia selalu tampil sejak awal laga. Frigeri sekali absen akibat mengalami problem di dada seusai melawan PSS Sleman pada putaran kedua kompetisi.
Karena performa itu, kiper tim lainnya jarang tampil. Dicki Agung dua kali berlaga sepanjang musim dan Andri Casvari tidak tampil sama sekali. Selama berkostum PSIS Semarang musim lalu, Adi tampil 17 kali. Selama waktu tersebut dirinya melakukan 43 penyelamatan dan berhasil tujuh kali nirbobol.
Jumlah clean sheets tersebut lebih banyak dibandingkan dengan yang ditorehkan Frigeri. Selama bermain dalam 17 laga, kiper berusia 23 tahun itu kemasukan 25 gol. Adi bergabung dengan Arema FC dengan latar belakang sempat jadi bagian Garuda Muda juara SEA Games 2023 lalu.
Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro mengatakan, persaingan sehat di tim merupakan hal yang bagus. Itu karena, mendorong pemain untuk tidak jemawa dan puas. ”Membuat pemain terus terdorong memberikan yang terbaik saat latihan atau pertandingan,” katanya.
Menurut mantan pemain Persija Jakarta itu, efek jangka panjangnya menjadikan tim lebih kuat. Penyebabnya, anggota skuad berusaha untuk memberikan performa maksimal supaya berlaga. Karena itu, tidak ada larang untuk pemain di tim bersaing secara sehat.
Kuncoro yakin persaingan sehat terjadi di semua kontestan Liga 1. Dulu saat dirinya masih aktif bermain hal tersebut juga sudah terjadi di skuad Singo Edan. ”Sudah menjadi kultur di sepak bola. Terlepas itu, semua pemain selalu punya jiwa kompetitif,” paparnya.
Tidak perlu ditekankan untuk bersaing secara sehat, sudah melakukan sendiri supaya dilirik tim pelatih. Terlepas itu, banyaknya pemain berkualitas juga akan membuat tim pelatih punya banyak opsi. Saat ada kiper cedera atau mendapat larangan tampil, pemain lain langsung siap menggantikan.
Dirinya yakin, hal itu akan membuat tim bisa konsisten musim depan. Di tempat terpisah, Tiago Simoes menjelaskan, semua kiper Arema FC selalu support satu sama lain. Baik itu yang bermain dan tidak. Situasi itu membuat kualitas latihan jadi lebih bagus.
”Tidak bisa hanya berbicara siapa yang bermain dan tidak. Karena semua kiper punya peran penting masing-masing,” katanya. Contohnya saat ada yang tidak bermain. Tugasnya, memberi masukan. Menurutnya, semua kiper di skuad Singo Edan selalu berkembang bersama. Tujuannya, supaya bisa memberikan performa terbaik di pertandingan.
(zan/gp)
Editor : A. Nugroho