MALANG KOTA - Meski mengikuti latihan tim senior sejak 16 Juni lalu, dua pemain jebolan Akademi Arema FC belum mendapat kepastian bergabung dengan tim. Muhammad Dimas dan Shandya Rizky masih harus menunggu untuk tanda tangan kontrak resmi.
Berdasar informasi dari internal klub, nasib keduanya akan ditentukan pelatih kepala. Seperti diketahui sampai hari ini, Manajemen Arema FC belum menentukan siapa nakhoda untuk Liga 1 2024/2025. Selama latihan tim pekan lalu, Asisten Pelatih Kuncoro yang memimpin latihan Dendi Santoso dkk.
Dia dibantu pelatih kiper Tiago Simoes dan Siswantoro yang bertanggung jawab untuk program fisik pemain. Meski begitu, Dimas dan Shandya diproyeksikan untuk promosi ke tim senior. Satu indikasinya, kedua pemain itu sudah ikut latihan tim senior pada saat Arema FC mulai persiapan menghadapi musim baru.
Sejak musim lalu, mereka juga sudah berlatih dengan Achmad Maulana dkk. Dimas bercerita kepada Jawa Pos Radar Malang, mengharapkan bisa menjadi bagian Singo Edan untuk kompetisi musim depan. Menurutnya membela Arema FC merupakan sebuah impiannya.
”Saya akan menunggu sampai ada kontrak,” papar pemain kelahiran Jambi tersebut. Sembari menunggu, dirinya akan terus fokus menjalani latihan dengan Jayus Hariono cs. Dia merasa, menempa diri dengan penggawa senior merupakan kesempatan yang tidak boleh dilewatkan.
Alasannya, dia bisa mengembangkan kemampuannya sebagai penyerang dari momentum tersebut. Dimas sadar masih mempunyai sejumlah pekerjaan rumah sebelum bermain di BRI Liga 1. Baik itu dalam hal teknis dan fisik. Berangkat dari itu, dia tidak merasa khawatir dengan situasi sekarang.
”Hal paling penting sekarang menunjukkan performa. Karena, itu cara membuktikan kualitas (layak gabung tim senior),” paparnya. Sekaligus beradaptasi dengan ritme permainan Arkhan Fikri dkk. Menurutnya, ada perbedaan yang besar bermain di Akademi Arema FC dan tim senior.
Di tempat terpisah, Asisten Pelatih Arema FC Kuncoro mengatakan, penentu bagaimana komposisi tim musim depan pelatih kepala. Menurutnya, sosok yang merekomendasikan Dimas dan Sandhya ikut latihan tim senior adalah nakhoda tim senior sebelumnya.
”Bagaimana nasib mereka. Menunggu pelatih kepala gabung dulu,” paparnya. Selama proses itu, dia berharap pemain jebolan dari Elite Pro Academy tetap fokus. Memaksimalkan kesempatan latihan dengan tim senior. Tim pelatih akan terus memantau perkembangan mereka.
Mantan pemain Persija itu mengatakan, kontrak pemain muda tidak diberikan dengan asal. Banyak pertimbangannya. ”Karena mereka (pemain muda) diharapkan menjadi bagian penting pada masa mendatang,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho