MALANG KOTA - Pertandingan tunda final di cabor futsal putra Porprov IX Jawa Timur tidak berlanjut. Kota Surabaya dinobatkan sebagai juara atau meraih emas kemarin. Kota Malang mendapatkan perak. Sedangkan, perunggu didapatkan kabupaten Pamekasan.
Berdasar surat dari Asosiasi Futsal Jatim yang diterima wartawan koran ini, keputusan itu diambil mempertimbangkan sejumlah aspek. Salah satunya, surat tembusan dari KONI Jawa Timur yang ditandatangani Ketua PB Porprov Jatim Hedi Suryadi.
Dalam keterangan tertulis disebutkan, permohonan venue untuk laga final lanjutan oleh Cabor Futsal tidak bisa dipenuhi Disporapar Kota Malang. Selain itu PB Porprov IX Jatim mempertimbangkan Pasal 55 UU nomor 11 tahun 2022 tentang keolahragaan.
Penyelenggara olahraga perlu memenuhi aspek teknis kecabangan, kesehatan, keselamatan, ketentuan daerah setempat, keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik.
Sebelum surat itu keluar, Asosiasi Futsal Kota (AFKOT) Malang menolak adanya gagasan juara bersama setelah laga ditunda. AFKOT Malang memastikan, menjunjung tinggi sportivitas dan legawa menerima semua keputusan.
Ketua AFKOT Malang Rizal Ghoniem mengatakan, memilih mengakui kekalahan dibandingkan laga final tunda diakhiri dengan juara bersama. Dilihatnya, harus ada pemenang sebagai wujud menerapkan nilai-nilai fair play. ”Itu mengkhianati usaha anak-anak (pemain) yang sudah berlatih setahun lebih,” ujarnya.
Para atlet Kota Malang telah dibina untuk mengedepankan sportivitas. Dari hal itu, Zacky Iqbal dkk siap melanjutkan pertandingan final yang tertunda. Dalam delapan menit waktu sisa akan berjuang untuk mengejar ketinggalan dua gol.
Sebelumnya, beredar rumor laga tunda pertandingan final futsal putra tidak dilanjutkan. Kedua tim direncanakan untuk juara bersama. Masing-masing mendapatkan emas.
Owner ARG Soccer Field itu mengatakan, gagasan juara bersama tidak pernah ada di pikiran AFKOT Kota Malang. Karena sadar, posisi timnya saat laga terhenti sedang tertinggal. ”Berangkat dari itu, kami menerima semua keputusan (KONI Jatim),” kata dia.
Baik laga tunda final dilanjutkan lagi dengan digelar tanpa penonton dan pindah venue. Atau, Tim Futsal Putra Kota Surabaya dinyatakan menang dan berhak dapat medali emas.
Dapat Sorotan Federasi Futsal Indonesia (FFI).
Insiden yang terjadi di final futsal putra Porprov IX Jawa Timur beberapa waktu lalu tidak hanya ramai diperbincangkan di media sosial. Lebih jauh, pihak FFI juga menyoroti kejadian di luar laga antara Tim Futsal Kota Malang dengan Kota Surabaya itu. ”Kami menyayangkan insiden di final. Tidak mencerminkan semangat, sportivitas dan dapat membahayakan keselamatan,” Kata Ketua Umum FFI Michael Victor Sianipar. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho