KABUPATEN - Ada peran besar Pelatih Kepala Arema FC Marcos Santos di balik bergabungnya Odivan Koerich. Dia jadi sosok yang meyakinkan pemain berusia 26 tahun itu untuk berkarier di Indonesia. Sebelumnya, tidak pernah tebersit dalam pikiran Odivan untuk bermain di luar Brasil tahun ini.
Mantan pemain Parana Clube itu menjabarkan, komunikasi awal untuk bergabung dengan Arema FC terjadi pada bulan Juni lalu. Pada waktu itu, Marcos yang menawarinya langsung. Pelatih berusia 46 itu ingin Odivan jadi salah satu sosok yang melengkapi skuad Singo Edan.
Itu karena, Arema FC hanya punya satu center back asing sebelum dirinya bergabung. Sebelumnya, kerja sama tim dengan Choi Bo-kyung tidak berlanjut. ”Dari pembicaraan itu (tentang proyek di Arema FC) saya yakin bergabung di sini,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.
Menurutnya, Marcos menjelaskan banyak hal mengenai rencananya bersama Singo Edan. Sampai pandangan sang pelatih terhadap klub dan Liga Indonesia. Lalu, bagaimana kultur sepak bola dan kehidupan di tanah air.
Setelah berpikir sejenak dan berkomunikasi dengan keluarganya, akhirnya pemain bertinggi 190 centimeter itu tertarik hijrah ke Indonesia. Tapi sebelum sepakat, dia melakukan observasi mandiri terhadap klub dan bagaimana Malang. Saat itu dia melihat, pemain-pemain yang ada di tim Arema FC punya potensi besar.
”Klub juga mempunyai basis suporter yang besar,” katanya. Bagi Odivan, Aremania mempunyai fanatisme luar biasa. Selalu memberikan dukungan untuk Arema FC.
Penggawa Singo Edan asal Francisco Beltrao, Brasil itu yakin bisa berkembang di Arema FC. Itu karena, sudah mengetahui bagaimana gaya permainan tim di bawah nakhoda Marcos Santos. Dia juga punya rekan-rekan yang selalu memberi support.
”Pastinya saya datang ke sini untuk meraih prestasi (Juara Liga 1),” ujar dia. Odivan tidak ingin perjalanannya jauh-jauh dari Brasil tidak berbuah hal yang bagus. Saat ini, dia berusaha terus mempercepat proses adaptasi.
Di tempat terpisah, General Manajer Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan, proses bergabungnya Odivan tidak berjalan sulit. Pemain itu didatangkan saat berstatus bebas transfer. ”Dia juga tertarik gabung setelah diyakinkan pelatih kepala (Marcos Santos),” katanya.
Menurutnya, kedatangan sang pemain sudah sesuai dengan kebutuhan Arema FC. Karakteristiknya permainannya bisa untuk menambah opsi lini belakang tim. Terlepas itu, Odivan juga punya kepribadian yang baik.
Odivan dan Marcos sempat berada satu klub di Liga Brasil Seri C pada musim 2025. Mereka saat itu berada di tim Nautico Capibaribe. Dari situ, keduanya punya hubungan yang baik. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho