MALANG - Harapan Timnas Putri Indonesia untuk masuk ke putaran final Piala Asia Wanita 2026 mendapat pukulan telak setelah takluk dari tim tamu, Pakistan, dengan skor cukup mengejutkan 0–2 dalam laga kedua Grup D yang digelar di Stadion Indomilk Arena, Tangerang. Kemenangan ini menjadi momen bersejarah bagi Pakistan, yang secara peringkat FIFA berada 62 posisi di bawah Indonesia.
Laga yang berlangsung pada Rabu malam tersebut langsung diwarnai tekanan dari tim tamu sejak menit awal. Pakistan tampil dengan agresif dan berhasil mencuri gol cepat melalui aksi Nadia Khan pada menit ke-8. Pemain yang kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Putri Pakistan itu memanfaatkan kelengahan lini belakang Indonesia untuk membuka keunggulan.
Tidak berhenti sampai di situ, sepuluh menit berlalu Pakistan kembali menambah poin. Kali ini melalui titik putih, setelah pelanggaran terjadi di dalam kotak penalti. Suha Hirani yang dipercaya sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya, menggandakan keunggulan Pakistan menjadi 2–0.
Tertinggal dua gol, Indonesia mencoba bangkit dan mendominasi penguasaan bola. Beberapa peluang tercipta, termasuk satu tendangan keras dari Isa Waraps yang membentur tiang gawang. Namun, rapatnya lini pertahanan Pakistan dan penampilan solid sang kiper, Zeeyana Jivraj, membuat semua peluang Garuda Pertiwi kandas tanpa hasil sama sekali.
Meski unggul dalam banyak aspek permainan, Timnas Putri Indonesia kesulitan mengubah dominasi tersebut menjadi gol. Pelatih Satoru Mochizuki mengakui anak asuhnya terlalu terburu-buru dalam membangun serangan dan gagal memaksimalkan sejumlah peluang emas yang tercipta.
Kekalahan ini jelas menjadi peringatan keras bagi Timnas Putri Indonesia yang sebelumnya mengawali kualifikasi dengan kemenangan 1–0 atas Kirgizstan. Peluang lolos memang belum tertutup sepenuhnya, namun laga terakhir melawan Chinese Taipei pada 5 Juli mendatang akan menjadi yang sangat ujian berat. Dikarenakan, hanya juara grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia Wanita 2026 di Australia.
Laga kontra Pakistan menjadi evaluasi penting bagi tim pelatih dan seluruh skuad Garuda Pertiwi. Mereka dituntut untuk segera memperbaiki cara permainan dan mental bertanding jika masih ingin menjaga asa tampil di turnamen elit Asia tersebut. Untuk saat ini, warga Tanah Air hanya bisa berharap bahwa kekalahan ini menjadi pelecut semangat, bukan akhir dari perjuangan. (fie)
Editor : A. Nugroho