KEPANJEN – Para atlet yang sudah mendulang medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jatim 2025 tidak bisa langsung menikmati bonus. Sebab, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menjanjikan pencairan bonus setelah proses Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2025 dan hasil evaluasi dari gubernur.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang M. Hidayat menyampaikan, bonus akan diberikan sesuai dengan perolehan medali. Berdasar medali yang diraih para atlet kontingen Kabupaten Malang, Pemkab Malang akan mencairkan dana sekitar Rp 6 miliar.
”Nilai per medali tetap sama. Atlet yang meraih emas mendapat bonus Rp 40 juta, medali perak Rp 20 juta, dan peraih medali perunggu Rp 10 juta,” ujar HIdayat ditemui kemarin (9/7).
Sementara untuk pelatih yang sudah mengantarkan atletnya meraih medali juga mendapatkan bonus. Pelatih yang anak didiknya meraih emas dijatah Rp 12 juta, perak Rp 6 juta, dan perunggu Rp 3 juta. Lalu untuk ofisial mendapat sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta per orang.
Sebagai informasi, kontingen Kabupaten Malang ditarget menduduki peringkat ketiga se-Jatim. Namun hingga akhir pertandingan, Kabupaten Malang berada di peringkat keempat dengan 199 medali. Rinciannya, 61 medali emas, 54 medali perak, dan sisanya 84 medali perunggu.
“Terus terang, kami memang belum maksimal, tapi patut kami apresiasi. Atlet sudah berjuang untuk meraih prestasi yang terbaik,” ucap pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Sebelumnya, Pemkab Malang sudah mengalokasikan bonus sebesar Rp 8,8 miliar. Dengan rincian, bonus untuk atlet sebesar Rp 7,3 miliar dan pelatih Rp 1,5 miliar. Pekan lalu, PAK baru disepakati oleh eksekutif dan legislatif. Selanjutnya akan dievaluasi oleh gubernur Jatim, baru kemudian disahkan.
Setelah disahkan, bonus tersebut dapat dicairkan setelah Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) mengajukan proposal ke dispora, kemudian dispora mengusulkan ke bupati Malang. Selanjutnya, bupati menerbitkan SK untuk pencairan bonus para atlet, pelatih, dan ofisial yang berkontribusi di Porprov. “Pencairannya nanti langsung ke rekening atlet, tidak melalui kami,” lanjutnya.
Hidayat juga menyebut bahwa pencapaian Porprov tersebut akan dilakukan evaluasi. Supaya saat gelaran pekan olahraga di Surabaya periode berikutnya, pencapaian kontingen Kabupaten Malang dapat meningkat.
“Kami akan memberikan pembinaan lebih intens sesuai kemampuan daerah. Kami akan komunikasikan dengan DPRD Kabupaten Malang, mengingat ini perolehan emas sudah 60. Paling tidak, ke depan ada peningkatan sistem pembinaan saja,” pungkasnya. (yun/dan)
Editor : A. Nugroho