MALANG KOTA - Dua pekan setelah upacara penutupan, bonus bagi atlet peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) belum cair. Hingga kini Pemkot Malang masih berusaha menyelesaikan persyaratan administrasi sebagai syarat pencairan bonus. Namun, anggaran untuk bonus itu sudah disiapkan.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan, saat ini pihaknya masih menunggu data dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur. Data yang diperlukan adalah jumlah dan nama peraih medali emas, perak, serta perunggu. Menurut Wahyu, data tersebut merupakan syarat krusial dalam pencairan bonus ke atlet. "Jadi belum ada pencairan bonus sampai saat ini," ujarnya.
Setelah mendapatkan kepastian jumlah medali, pemkot akan menghitung nilai bonus yang akan dicairkan. Namun, Wahyu mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 12 miliar. "Nilai bonus sesuai perolehan medali ini yang belum diketahui. Bisa saja lebih dari yang kami siapkan atau bisa kurang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi menerangkan, bonus tidak hanya akan diberikan kepada atlet. Tapi juga kepada pelatih yang berprestasi. Saat ini pihaknya masih merampungkan pendataan berdasar data resmi dari KONI.
"Kalau untuk bonus mentas langsung dicairkan setelah atlet mendapatkan medali. Itu di luar bonus prestasi yang kami siapkan sekarang. Bonus mentas itu diberikan untuk meningkatkan semangat ketika kejuaraan sedang berlangsung," terangnya.
Baihaqi menambahkan, untuk peraih medali emas kemungkinan akan mendapat bonus Rp 40 juta. Sedangkan peraih medali perak dan perunggu masih akan didiskusikan lagi. Jika menurut perhitungan masih terdapat sisa dari anggaran yang disiapkan, ada kemungkinan bonus ditambah. ”Nanti nilainya akan diumumkan oleh kepala daerah, sekaligus dikeluarkan regulasinya,” pungkas Baihaqi. (adk/fat)
Editor : A. Nugroho