BEBERAPA cabang olahraga favorit atau punya nama besar di bawah naungan KONI Kota Malang gagal meraih emas di Porprov IX Jawa Timur lalu. Contohnya sepak bola dan bulu tangkis. Perjalanan dua cabor itu terhenti sebelum sampai partai puncak.
Tim Sepak Bola Porprov Kota Malang kandas di fase gugur. Kalah dalam babak adu penalti saat melawan Kota Kediri. Sedangkan bulu tangkis hanya sampai babak delapan besar.
Saat Porprov IX Jawa Timur, cabor-cabor itu ditargetkan bisa meraih medali. Diharapkan menyumbangkan medali emas.
Menyadari situasi itu, Pelatih Bulu Tangkis Kota Malang Rossa Dwi Octaviani akan melakukan evaluasi. Perbaikan diupayakan demi meraih prestasi lebih baik di Porprov Jatim selanjutnya. Dia menyadari, akan sulit untuk atlet meraih medali saat tindak meningkatkan performa.
” Kami akui masih belum bisa tampil kompetitif di event multi cabor tahun ini,” katanya. Menurutnya, saat babak fase grup mampu finish di posisi runner-up. Namun, saat memasuki babak delapan besar harus tumbang saat melawan Kota Surabaya.
Lantas, upaya perbaikan apa yang akan dilakukan Bulu Tangkis Kota Malang? Rossa mengatakan, akan menyiapkan sejumlah program. Salah satunya, dengan memperbanyak pertandingan untuk atlet.
Baik itu melalui pertandingan uji coba dengan daerah lain atau mengikuti turnamen. Dia yakin, pertandingan bisa menambah jam terbang dan mengasah kemampuan pebulu tangkis. ”Banyak di antara atlet kami yang pertama kali mengikuti Porprov Jatim tahun ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Malang Djoni Sudjatmoko percaya kemampuan atlet bulu tangkis Kota Malang masih bisa berkembang lebih baik lagi. ”Perlu pembinaan lagi sampai mereka tampil maksimal di Porprov X Jatim 2027,” ujar dia. Menurutnya, waktu dua tahun dirasa cukup untuk mematangkan kemampuan pebulu tangkis. (zan/gp).
Editor : A. Nugroho