Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Duel Tanpa Clean Sheet, Siapa Lebih Tangguh di Final Four?

Galih R Prasetyo • Jumat, 25 Juli 2025 | 16:55 WIB

 

PERTAHANAN RAPUH: Anchor Unggul FC Anton Cahyo punya tugas meredam ketajaman pemain lawan. Foto kanan, kiper Fafage Banua Muhammad Albagir diharapkan kembali nirbobol.
PERTAHANAN RAPUH: Anchor Unggul FC Anton Cahyo punya tugas meredam ketajaman pemain lawan. Foto kanan, kiper Fafage Banua Muhammad Albagir diharapkan kembali nirbobol.

JOGJAKARTA- Unggul FC Malang dan Fafage Banua punya pekerjaan rumah yang sama dalam laga leg pertama perebutan juara ketiga nanti sore (16.00). Keduanya sama-sama kesulitan nirbobol dalam laga sebelumnya. Akibatnya, gagal melaju ke partai puncak atau final Pro Futsal League.

Unggul FC Malang dalam empat laga sebelumnya kemasukan 18 gol. Pertandingan leg pertama Final Four jadi paling banyak mereka kemasukan gol. Saat itu kebobolan tujuh gol.

Sedangkan Fafage Banua sempat sukses clean sheets sepanjang babak Playoff Elite 8. Tapi, saat masuk Final Four gawang Muhammad Albagir kemasukan 10 gol. Pada leg pertama kebobolan 4 dan kemasukan 6 gol saat laga kedua melawan Black Steel FC Papua.

Pelatih Kepala Unggul FC Malang Joao Almeida menyadari situasi tersebut. Menurutnya, harus bertahan lebih solid saat melawan Fafage Banua nanti sore. Dirinya dan pemain sudah melakukan evaluasi terkait kelengahan yang sering terjadi saat tim tidak menguasai bola.

”Intensitas bermain kami sangat kurang (di empat laga terakhir), itu membuat pertahanan kami tidak maksimal,” katanya. Karena itu, dia berharap anak asuhnya tampil dengan pendekatan yang baik. Mengerti kapan harus melakukan pressing dan bertahan dalam.

Pelatih asal Portugal itu mengatakan, skema itu pernah mereka lakukan saat menghadapi Bintang Timur Surabaya di laga leg kedua Final Four. Saat laga putaran pertama melawan Fafage Banua juga melakukan hal serupa. Selain itu, harus mewaspadai skema bola mati lawan.

”Fafage Banua dikenal sangat berbahaya dalam permainan set piece, kami harus mengantisipasinya,” kata pelatih berusia 48 tahun itu. Dia mewanti-wanti Achmad Vicky Irawan cs menjaga pergerakan lawan. Tujuannya, menutup celah yang bisa dimanfaatkan pemain Fafage Banua.

Joao meyakini pemain Unggul FC telah belajar dari kesalahan di laga sebelumnya. Kekalahan melawan Bintang Timur Surabaya memberi banyak pelajaran penting. Dia optimistis, tim meraih hasil maksimal dalam laga nanti sore.

Senada dengan Joao, Andres Josue Teran mengatakan, tim sudah berusaha berbenah. Tujuannya, demi mendapatkan kemenangan. ”Kami melawan tim yang bagus. Untuk itu, harus bermain lebih kuat dari laga sebelumnya,” tuturnya.(zan/gp)

Editor : A. Nugroho
#pro futsal league #laga leg pertama #malang #Unggul FC