ATLET Kickboxing Kota Malang terus unjuk gigi. Setelah meraih medali di Porprov IX Jawa Timur, mereka menorehkan prestasi di kejuaraan internasional. Meraih dua medali saat berlaga di The Perak Tourism International Taekwon-Do Championship 2025 pada 24-27 Juli.
Dalam kejuaraan itu, atlet Kickboxing Kota Malang yang jadi wakil Indonesia menurunkan enam atlet untuk berlaga di delapan nomor. Dari jumlah itu, satu atlet mereka Karina Arisandi Pamungkas sukses meraih dua medali.
Satu medali emas di nomor Prime League Sparring Female 55 kg above. Satu medali perak kategori Female Sparring Black Belts 50-55 kg.
Pelatih Kepala Persatuan Kickboxing Indonesia (KBI) Kota Malang Meta Andri Setiawan mengatakan, capaian itu melampaui target. Awalnya memanfaatkan turnamen itu untuk menambah pengalaman bertanding atlet di kejuaraan internasional. ”Sebenarnya kami berangkat tanpa target sama sekali,” katanya.
Meta menjelaskan, perjalanan Karin di turnamen itu tidak mudah. Dia harus mengalahkan sejumlah atlet tangguh dari negara lain. Termasuk mengalahkan jagoan tuan rumah di babak final.
Karin berhasil meraih medali emas dengan sistem golden poin di pertandingan Prime League Minggu lalu (27/7). Sementara satu medali perak diraih dua hari sebelumnya.
Sedangkan capaian atlet lain, harus terhenti sebelum babak semifinal. Meski begitu, Meta tetap bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Dari ajang itu, dia jadi mengetahui performa atlet saat bertanding di level internasional.
Harapannya, Karin tidak cepat puas. Pengalaman pertamanya meraih medali di kejuaraan internasional harus dijadikan motivasi tambahan. ”PON (2028) masih tiga tahun lagi, selama waktu itu dia (Karin) harus ikut turnamen level atas,” tandasnya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho