MALANG KOTA - Proses pemulihan cedera pemain Unggul FC Malang G-Vin Blandino Laik berjalan positif. Pemain asal Nusa Tenggara Timur itu akan naik meja operasi untuk memaksimalkan penyembuhan. Pemain berposisi sebagai flank itu merasakan dua problem kaki.
Pertama, mengalami robekan di bagian meniscus. Tulang rawan berbentuk C yang berfungsi sebagai bantalan pada sendi lutut. Kedua, robekan articular cartilage atau tulang rawan sendi di lutut kanan. Akibat itu, dia tidak tampil di babak Playoff Elite Pro Futsal League (PFL) perebutan tempat ketiga.
Keputusan G-Vin naik meja bedah setelah menjalani pemeriksaan ke Rumah Sakit Hermina Tangkubanprahu Kota Malang. Dari hasil pemeriksaan dokter ortopedi, G-Vin perlu dirujuk ke rumah sakit yang lebih spesialis menangani cederanya. Setelah diperiksa di Rumah Sakit Eka Hospital, Tangerang Selatan, Banten, diputuskan harus dioperasi kemarin.
Owner Unggul FC Malang Nicola Reza Samudra meminta doa ke masyarakat Malang dan suporter klub untuk kelancaran pemulihan G-Vin. Harapannya, pemain bernomor punggung tiga itu bisa kembali lebih kuat. Dia memastikan, klub akan terus memberi support dan membantunya untuk pulih.
”Proses pemulihan ini adalah perjalanan, dan kami akan berjalan bersama G-Vin di setiap langkahnya,” kata pemilik Unggul Sports Center itu. Sampai tiba waktunya kembali ke lapangan, manajemen dan elemen tim berjanji akan menantikannya dengan penuh keyakinan. Baginya, sang pemain belum selesai, tengah mengasah ketajamannya.
Dia menjabarkan, G-Vin merupakan bagian penting dari proyek jangka panjang Unggul FC. Pemain futsal berusia 22 tahun itu menjadi simbol dari semangat muda. Merupakan potensi masa depan klub.
”Cedera G-Vin adalah ujian, bukan akhir. Kami percaya, sebagaimana karakter yang selalu dia tunjukkan di lapangan,” paparnya. Setelah operasi, G-Vin diperkirakan harus menjalani pemulihan paling lambat enam sampai sembilan bulan. Reza berharap pemain berposisi Ala itu segera pulih dan kembali ke lapangan.
Selama pemulihan, G-Vin harus tinggal di Tangerang. Satu tujuannya, untuk memudahkan dalam proses pemulihan setelah operasi. Karena, kondisinya perlu ditinjau pihak rumah sakit secara bertahap sampai kembali beraktivitas di lapangan. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho