RADAR MALANG - Atlet Persatuan Golf Indonesia Kota Malang punya banyak opsi untuk mengembangkan kemampuan. Selain mengikuti turnamen nasional dan internasional, mereka juga bisa memanfaatkan kompetisi reguler. Salah satunya Liga Mahasiswa.
Ketua PGI Kota Malang Didied Affandy menjelaskan, Indonesian College Golf Championship yang dihelat 1-2 Agustus lalu menjadi momentum untuk meningkatkan performa atletnya. Kompetisi golf antar kampus itu menjadi salah satu wadah untuk mengasah bakat-bakat muda. Khususnya pegolf yang masih duduk di bangku kuliah.
”Karena di kompetisi tersebut dapat bertemu dengan pegolf muda dari universitas lain yang punya kemampuan lebih tinggi,” katanya. Dari menghadapi lawan-lawan yang tangguh itu, atlet jadi lebih terasah jam terbangnya. Mereka juga bisa mencoba berbagai strategi selama pertandingan.
Dia melihat, kompetisi tersebut juga dimanfaatkan untuk menjaga motivasi atlet. Itu karena, banyak di antara pegolf yang membutuhkan iklim kompetitif. Namun, terhalang turnamen-turnamen yang berbiaya besar dan jauh.
Dari kejuaraan seperti itu, PGI Kota Malang mendapatkan empat atlet yang diberangkatkan ke Porprov IX Jatim 2025. Dua di antaranya berhasil mendulang medali dalam event multi cabor tersebut. Berangkat dari capaian positif itu, mereka bertekad untuk memaksimalkan ajang golf di tingkat mahasiswa ke depan.
Didied menjabarkan, berencana membuat turnamen dan kompetisi liga junior ke depan. Dia melihat, PGI Kota Malang, masih perlu regenerasi atlet junior. Dia percaya dengan menghadirkan kompetisi membuat sistem pembinaan pegolf muda akan lebih maksimal.
Atlet-atlet potensial dari ajang tersebut akan dibina dan diasah kemampuannya. Sebelum nantinya, terjun di berbagai kejuaraan untuk mewakili Kota Malang. Baik itu mengikuti Kejurprov, Porprov Kejurnas, sampai kejuaraan yang levelnya lebih tinggi pada masa mendatang. ”Saya percaya tidak ada prestasi yang instan,” katanya. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho