CABOR Taekwondo Kota Malang enggan sekadar berpartisipasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri bulan Oktober nanti. Mereka membidik prestasi di ajang tersebut. Karena itu, Taekwondo Kota Malang berencana hanya mengirimkan atlet terbaik di ajang itu.
Ketua Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Malang Thomas Tri Budi Dharma menjelaskan, menyiapkan 13 atlet untuk ajang itu. Atlet yang dipilih yang meraih prestasi di Porprov IX Jatim 2025 lalu. Pemilihan itu berdasar penilaian dari TI Jawa Timur. Itu menyusul, penyeleksian sudah dilakukan sejak mereka bertanding di kejuaraan multi cabor itu.
”Besar kemungkinan pemenang di Porprov akan ikut di PON (Bela Diri),” katanya. Menurutnya, penilaian tersebut cukup rasional. Mengingat prestasi atlet di Porprov IX Jatim diraih setelah melawan puluhan kontingen dari daerah lain.
Namun, Thomas tidak terlalu khawatir apabila anak asuhnya harus melakukan seleksi lagi. Dia percaya, atlet Kota Malang mampu bersaing dengan atlet dari daerah lain. Sebab, di Porprov IX Jatim 2025 lalu berhasil meraih 13 medali dari berbagai nomor kejuaraan.
Sedangkan terkait belum melakukan pemusatan latihan, dia percaya atletnya mampu menjaga performa. Itu karena, banyak di antara anak asuhnya yang sedang bersiap mengikuti turnamen terbuka tingkat provinsi. ”Rencana untuk latihan (mempersiapkan PON Bela diri) sudah ada, tinggal menyesuaikan dengan jadwal Provinsi saja,” tandasnya.
Menurutnya, Atlet Taekwondo Kota Malang sudah sadar menjaga kondisi. Mengerti saat absen latihan terlalu lama bisa memengaruhi performa. Alhasil, tetap latihan secara mandiri atau di dojo. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho