RADAR MALANG – Blunder dua kiper Manchester United (MU) sudah tidak tertolong. Baik Altay Bayindir maupun Andre Onana kerap tampil kocak di saat-saat dibutuhkan oleh tim.
Posisi mereka pun rawan tergusur oleh rekrutan baru Setan Merah. Bukan Emiliano Martinez atau Gianluigi Donnarumma, namun kiper yang baru berusia 23 tahun, Senne Lammens.
Kiper klub Belgia, Royal Antwerp itu didatangkan di deadline bursa transfer dengan mahar 18 juta pounds. Sebuah harga yang pantas mengingat kapasitas dan potensinya.
Lahir di Zettegem, sebuah kota kecil di antara Gent dan Brussel, Lammens muda tumbuh menjadi seorang pesepak bola handal. Apalagi, dengan posturnya yang tinggi, dia begitu cocok memegang peranan sebagai penjaga gawang.
Mengawali karir junior dari KRC Bambrugge, Lammens berkembang dan merambah karir profesional.
Di usianya baru 18 tahun, dia sudah diminati klub besar Club Brugge. Dari sanalah karirnya terus berkembang. Hingga, direkrut oleh Royal Antwerp pada musim 2023/2024.
Musim lalu, Lammens sudah menjadi kiper inti dan mampu membawa Antwerp bersaing di papan atas.
Namun statistiknya tergolong biasa saja. Atau lebih tepatnya, masih biasa saja. Musim lalu misalnya. Bermain dalam 40 pertandingan, Lammens kebobolan hingga 50 gol. Statistik ini tentu tak lebih baik dari Onana yang menjadi andalan MU musim lalu.
Meski demikian, ada harapan besar kiper bertinggi 193 sentimeter ini bisa memberikan kenyamanan di lini belakang. Bukan lagi bertipe ‘pengumpan’ atau hobi built up seperti Onana, Lammens justru dikenal sebagai ball stopper goalkeeper.
Dia lebih sering mencegat atau menangkap bola yang akan masuk ke gawangnya. Refleksnya bagus. Begitu pun skill kipernya yang terkesan jauh lebih commanding dibanding dua kiper MU saat ini.
Atribut itulah yang tampaknya memikat Ruben Amorim dan memutuskan untuk merekrutnya. Kini jika tidak hati-hati, baik Bayindir yang sudah reguler tampil di liga dan Onana, bisa tergeser oleh kiper muda ini.
Peluang Langsung Jadi Starter Lawan City
Bergabungnya Senne Lammens yang bertepatan dengan jeda internasional justru menguntungkan baginya. Dia bisa beradaptasi dengan lingkungan baru di MU, usai menjalani beberapa laga awal musim bersama Royal Antwerp.
Tekanan media dan fans Red Devils tentu saja bakal berbeda. Apalagi di tengah menurunnya performa dua kiper MU, Senne diharapkan bisa segera nyetel dan cepat menjadi andalan Manchester United.
Apalagi jika Emiliano Martinez, kiper Aston Villa gagal direkrut. Maka bukan tidak mungkin kiper kelahiran 1 Juli 2002 ini akan tampil menjadi starter saat derby Manchester, 14 September mendatang.
Dengan waktu dua minggu penuh, Lammens bakal punya waktu cukup untuk segera mengenal rekan-rekannya. Termasuk trio defender Yoro, de Ligt, dan Shaw yang bakal menjadi tandemnya di lini belakang.
Jika ini terjadi, tentu bakal mengesankan melihat kiper baru dalam debut yang langsung dihadapkan dalam pertandingan panas melawan Manchester City. Menarik ditunggu!
Editor : A. Nugroho