KABUPATEN - Andres Teran dkk memilih datang lebih awal ke venue Super Cup 2025. Unggul FC Malang dijadwalkan bertolak dari Malang ke Solo siang ini (23/9). Satu tujuannya, supaya memiliki waktu adaptasi dan persiapan lebih matang sebelum turnamen.
Asisten Pelatih Unggul FC Malang Agus Abdulrahman menjabarkan, tim akan memiliki waktu dua hari sebelum bertanding pada Kamis nanti (25/9). Waktu itu dirasa ideal untuk pemain mengenal GOR Indoor Manahan, Solo. Sebagai informasi Unggul FC belum pernah berlaga di venue tersebut.
”Selasa kami bisa melihat lapangan dan melakukan official training. Sedangkan pada Rabu kembali berlatih lagi,” katanya. Berdasar pengamatannya, lapangan di venue itu berjenis vinyl. Karena masih baru, para pemain harus sedikit berhati-hati. Itu menyusul, lapangan vinyl punya daya cengkeraman sangat lebih kuat ke bagian outsole sepatu.
Menurutnya, saat para penggawa Unggul FC belum terbiasa, pergerakan mereka bisa terhambat. Dampaknya membuat lari Andres Dwi Persada cs kurang maksimal. Berangkat dari hal itu, tim pelatih akan memaksimalkan waktu latihan sebelum bertanding.
Terkait dengan ukuran lapangan, Agus menyebut kalau GOR Indoor Manahan sudah sesuai standar Federasi Futsal Indonesia. Aspek itu membuatnya terpilih sebagai venue Super Cup 2025. Karena itu tidak terlalu kecil atau terlalu besar.
Dia yakin anak asuhnya tidak akan mengalami kendala saat laga Kamis nanti (25/9). Karena selama tiga musim di Pro Futsal League terbiasa bermain di puluhan lapangan berbeda. ”Kami sudah sering bermain di lapangan dengan berbagai karakteristik,” ujarnya.
Agus menjabarkan, para pemain dalam motivasi tinggi. Suasana tim juga positif dengan para pemain mulai klop dengan skema permainan yang diterapkan pelatih kepala Andre Brocanelo. ”Tentunya di setiap laga, kami selalu berusaha mencapai target, tim sudah siap untuk itu,” katanya.
Unggul FC Malang tampil di Super Cup 2025 dengan kekuatan penuh. Mereka membawa 16 pemain. Perinciannya, 14 penggawa lokal dan dua legiun asing. Sosok itu adalah Andres Josue Teran dan Wellington Pereira. (zan/gp)
Editor : A. Nugroho